Lompat ke isi utama

Berita

Milad ke-28 KAMMI, Desi Triyana: Peran Mahasiswa Wujudkan Pengawasan Partisipatif

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang – Peringatan Milad ke-28 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pada 29 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun demokrasi yang partisipatif dan berintegritas. Dengan mengusung tema “Bakti KAMMI Untuk Indonesia”, organisasi ini diharapkan terus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Momentum tersebut turut diapresiasi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tulang Bawang yang menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan pemilu merupakan bagian penting dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendorong tumbuhnya kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.

“Milad KAMMI ke-28 menjadi momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pengawasan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Minggu (29/03).

Ia menegaskan bahwa tema “Bakti KAMMI Untuk Indonesia” mencerminkan semangat pengabdian yang relevan dengan upaya membangun demokrasi yang inklusif dan transparan.

“Bakti kepada bangsa dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu,” jelasnya.

Menurut Desi, peran mahasiswa dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu.

“Mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi secara edukatif dan konstruktif kepada masyarakat. Dengan meningkatnya literasi demokrasi, maka potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi kemahasiswaan dalam memperkuat pengawasan pemilu yang berbasis partisipasi masyarakat.

“Sinergi antara Bawaslu dan mahasiswa merupakan kunci dalam menciptakan pengawasan yang efektif. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga integritas dan kualitas demokrasi,” ungkap Desi.

Lebih lanjut, ia berharap momentum Milad KAMMI dapat menjadi penguat semangat generasi muda untuk terus berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menjaga demokrasi.

“Selamat Milad ke-28 KAMMI. Semoga terus menjadi organisasi yang mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Melalui momentum Milad ke-28 KAMMI ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan transparan.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Milad ke-28 KAMMI
Desi Triyana
Peran Mahasiswa
Wujudkan
Pengawasan Partisipatif