Menuju Pemilu 2029, Inda Fiska: Uji Petik Petakan Kerawanan Data Pemilih
|
Tulang Bawang - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan pentingnya uji petik sebagai instrumen untuk mengukur kualitas Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) dan memetakan potensi kerawanan pemutakhiran data pemilih. Hal itu disampaikannya dalam diskusi hasil uji petik di Sekretariat Bawaslu Tulang Bawang, Selasa (20/10).
Diskusi tersebut membahas hasil pengawasan di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, yang dilakukan pada RT 02 RW 01 dan RT 04 RW 01. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pengawasan PDPB menuju Pemilu 2029.
Koordinator pelaksana lapangan, Laila Fatimatul Inayah dan Amin Huda, menyampaikan hasil pemeriksaan menggunakan metode List to People dan People to List. Sebanyak delapan sampel diperiksa melalui metode pertama, sedangkan 12 sampel diperiksa melalui metode kedua.
Hasil pengawasan menunjukkan bahwa delapan sampel List to People sesuai dengan kondisi faktual dan data dalam DPB. Sementara itu, metode People to List menemukan tujuh pemilih baru, satu pemilih meninggal dunia, dan empat pemilih yang telah terdaftar dalam DPB.
Inda menjelaskan bahwa pengujian lapangan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kesesuaian data pemilih dengan kondisi sebenarnya. “Uji petik merupakan instrumen untuk menguji kualitas data pemilih secara saintifik sekaligus mengidentifikasi potensi kerawanan dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Inda, potensi persoalan yang perlu dicermati meliputi pemilih ganda, ketidakakuratan elemen data, perubahan status kependudukan, perpindahan domisili, serta perubahan status pemilih akibat kematian maupun kondisi lainnya. Identifikasi sejak dini diperlukan agar persoalan data dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengawasan.
Anggota Bawaslu Tulang Bawang, Desi Triyana, turut menekankan bahwa hasil uji petik dapat menjadi bukti empiris dalam penyusunan strategi dan rekomendasi pengawasan. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan akurasi data dan menjaga hak pilih warga negara, khususnya masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang.
Inda menegaskan bahwa hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan pemetaan isu strategis PDPB dalam persiapan menuju Pemilu 2029. Melalui pengawasan berkelanjutan, Bawaslu Tulang Bawang berupaya mengawal proses pemutakhiran data agar menghasilkan daftar pemilih yang komprehensif, inklusif, akurat, mutakhir, dan transparan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP