Lompat ke isi utama

Berita

M. Kausar Sangjaya: Artificial Intelligence Harus Diimbangi dengan Kesadaran Keamanan Siber dan Perlindungan Data

a

Bawaslu Tulang Bawang mengikuti Webinar Artificial Intelligence #4 Setneg MOOCs bertema “Penguatan Keamanan Siber dan Perlindungan Data melalui Implementasi Artificial Intelligence” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Sekretariat Negara secara daring pada Selasa (26/05).

Tulang Bawang — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya menegaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam lingkungan kerja harus diiringi dengan peningkatan kesadaran terhadap keamanan siber dan perlindungan data. Hal tersebut disampaikan setelah jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Webinar Artificial Intelligence #4 Setneg MOOCs bertema “Penguatan Keamanan Siber dan Perlindungan Data melalui Implementasi Artificial Intelligence” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Sekretariat Negara secara daring pada Selasa (26/05).

Menurut Kausar, perkembangan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence, telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola organisasi dan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Berbagai proses administrasi kini dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif, dan efisien berkat dukungan teknologi.

“Artificial Intelligence telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang memberikan banyak manfaat bagi organisasi, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kerja dan pengelolaan informasi. Namun, pemanfaatannya harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai keamanan siber dan perlindungan data,” ujar Kausar.

Ia menjelaskan bahwa semakin tingginya ketergantungan terhadap sistem digital juga meningkatkan tantangan dalam menjaga keamanan informasi. Oleh karena itu, setiap aparatur perlu memahami pentingnya menjaga kerahasiaan, integritas, dan keamanan data yang dikelola. Menurutnya, keamanan data tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola teknologi informasi, tetapi harus menjadi budaya kerja yang dipahami dan diterapkan oleh seluruh pegawai.

“Keamanan informasi merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pengguna teknologi harus memiliki kesadaran untuk menjaga data dan informasi agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun kebocoran yang dapat merugikan organisasi,” katanya.

Kausar menilai bahwa webinar yang membahas implementasi Artificial Intelligence dalam penguatan keamanan siber dan perlindungan data sangat relevan dengan kebutuhan organisasi di era digital saat ini. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai potensi risiko digital serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan sistem dan pengelolaan data.

“Webinar ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat terkait tantangan keamanan digital yang semakin kompleks. Pemahaman seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapan aparatur dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai sektor menuntut aparatur untuk terus meningkatkan kompetensi dan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan bertanggung jawab. Menurutnya, kemampuan memahami teknologi tidak lagi menjadi nilai tambah semata, tetapi telah menjadi kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap aparatur dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.

“Literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki aparatur saat ini. Dengan pemahaman yang baik, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin muncul,” jelasnya.

Sebagai Koordinator Sekretariat, Kausar menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Menurutnya, peningkatan kemampuan aparatur dalam memahami teknologi digital dan keamanan informasi merupakan bagian dari upaya membangun kelembagaan yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.

“Pengembangan kompetensi aparatur harus terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menjawab tantangan yang muncul di era digital. Dengan demikian, kualitas pelayanan dan tata kelola kelembagaan dapat terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari webinar tersebut dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan data dan informasi kelembagaan yang aman serta bertanggung jawab.

“Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang akan terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur di bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan literasi digital guna mendukung terwujudnya tata kelola kelembagaan yang profesional, efektif, dan akuntabel,” tutupnya.

a

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP