Lompat ke isi utama

Berita

Lindungi Ide dan Pilihan Rakyat, Inda Fiska Mahendro: Demokrasi Ruang Bebas Berintelektual

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Momentum Hari Kekayaan Intelektual Internasional dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang dari sudut pandang yang berbeda, yakni demokrasi sebagai ruang intelektual yang harus dijaga kebebasan dan keasliannya. Dalam perspektif ini, demokrasi tidak hanya dilihat sebagai proses politik, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan, pertukaran ide, serta ekspresi kehendak rakyat yang harus terlindungi dari berbagai bentuk distorsi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa menjaga orisinalitas demokrasi berarti melindungi kebebasan berpikir dan menentukan pilihan secara mandiri.

“Demokrasi adalah ruang intelektual bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan menentukan pilihan. Oleh karena itu, keaslian ide dan suara rakyat harus dijaga dari segala bentuk intervensi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Minggu (26/04).

Ia menjelaskan bahwa tantangan demokrasi saat ini tidak hanya pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga pada kualitas informasi dan kebebasan berpikir masyarakat.

“Di era informasi yang begitu cepat, masyarakat dihadapkan pada berbagai narasi yang bisa mempengaruhi cara berpikir. Di sinilah pentingnya menjaga agar setiap pilihan tetap lahir dari kesadaran yang utuh,” jelasnya.

Inda juga menekankan bahwa pengawasan pemilu memiliki peran strategis dalam melindungi ruang demokrasi tersebut.

“Pengawasan bukan hanya memastikan prosedur berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjaga agar tidak ada praktik yang merusak kebebasan memilih, seperti tekanan, manipulasi, atau penyebaran informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai kekayaan intelektual sebagai bagian dari budaya demokrasi.

“Menghargai ide, menghormati perbedaan pendapat, serta menjaga integritas dalam berkompetisi adalah bagian dari demokrasi yang sehat,” tambahnya.

Menurutnya, momentum Hari Kekayaan Intelektual Internasional menjadi pengingat bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas gagasan yang berkembang di masyarakat.

“Ketika ide-ide yang muncul adalah ide yang jujur dan konstruktif, maka demokrasi akan berjalan lebih berkualitas dan memberikan manfaat bagi semua,” ujarnya.

Inda juga menegaskan komitmen Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk terus menjaga ruang demokrasi yang bebas dan berintegritas.

“Kami akan terus memastikan bahwa setiap proses demokrasi berjalan dengan adil, serta melindungi hak masyarakat untuk berpikir dan memilih secara bebas,” tutupnya.

Dengan sudut pandang demokrasi sebagai ruang intelektual, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa menjaga orisinalitas bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang proses yang bebas, jujur, dan berintegritas dalam setiap tahapan demokrasi.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Lindungi Ide
Pilihan Rakyat
Inda Fiska Mahendro
Demokrasi
Ruang Bebas Berintelektual