Inda Fiska Mahendro: Semangat Reformasi Fondasi Pengawasan Demokrasi Transparan dan Partisipatif
|
Tulang Bawang — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro menegaskan bahwa semangat Reformasi 1998 harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan demokrasi, khususnya dalam penyelenggaraan pengawasan pemilu yang transparan, adil, dan partisipatif.
Hal tersebut disampaikan Inda dalam momentum peringatan Hari Reformasi Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Mei. Menurutnya, reformasi menjadi titik penting perubahan sistem demokrasi di Indonesia yang membuka ruang kebebasan sipil, keterbukaan informasi, dan lahirnya sistem multipartai.
“Reformasi adalah tonggak sejarah lahirnya sistem multipartai dan kebebasan sipil di Indonesia. Semangat perubahan dan keterbukaan ini menjadi fondasi bagi Bawaslu dalam mewujudkan demokrasi yang sehat melalui pengawasan partisipatif, penegakan keadilan pemilu, dan transparansi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Kamis (21/05).
Ia menjelaskan, nilai-nilai reformasi tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga menjadi pedoman dalam memperkuat sistem demokrasi yang berintegritas. Dalam konteks kepemiluan, Bawaslu memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Menurut Inda, pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh lembaga pengawas semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat. Oleh sebab itu, Bawaslu terus mendorong pengawasan partisipatif sebagai bentuk implementasi semangat reformasi yang menempatkan rakyat sebagai bagian penting dalam menjaga demokrasi.
Ia menilai keterbukaan informasi publik juga menjadi salah satu hasil penting reformasi yang harus terus dijaga. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat dapat ikut mengawasi proses demokrasi secara lebih luas dan objektif.
“Demokrasi yang sehat lahir dari proses yang terbuka dan melibatkan masyarakat. Karena itu, Bawaslu terus berupaya membangun pengawasan yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan publik terhadap demokrasi tetap terjaga,” katanya.
Selain melakukan pengawasan terhadap tahapan pemilu, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang juga terus melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran, seperti politik uang, penyebaran hoaks, intimidasi politik, dan penyalahgunaan kewenangan yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Inda menegaskan bahwa semangat reformasi harus menjadi pengingat bersama bahwa demokrasi bukan hanya tentang pelaksanaan pemilu, tetapi juga tentang menjaga hak-hak rakyat, keadilan, dan integritas dalam setiap proses politik.
Ia berharap momentum Hari Reformasi Nasional dapat meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga demokrasi Indonesia agar tetap berjalan sesuai cita-cita reformasi, yakni menciptakan pemerintahan yang bersih, terbuka, dan berpihak kepada rakyat.
“Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus menjaga marwah demokrasi melalui pengawasan yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Semangat reformasi harus terus hidup dalam setiap upaya menjaga kualitas demokrasi bangsa,” tutupnya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP