Lompat ke isi utama

Berita

Inda Fiska Mahendro: Kolaborasi Bawaslu dan Pers Cegah Hoaks dan Polarisasi

a

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, berdiskusi  pengurus PWI Tulang Bawang M. Armadan, pada kegiatan Konsolidasi Demokrasi di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (21/05).

Tulang Bawang – Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan insan pers dalam menjaga kualitas demokrasi, mencegah penyebaran hoaks, serta menjaga kondusivitas informasi di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Inda dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulang Bawang yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (21/05).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Bawaslu dan insan pers dalam mendukung pelaksanaan demokrasi yang jujur, adil, transparan, dan bermartabat. Kedatangan pengurus PWI Tulang Bawang yang dipimpin oleh M. Armadan disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang di ruang kerja Ketua Bawaslu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu strategis terkait pengawasan partisipatif, literasi media, pencegahan penyebaran hoaks, serta peran pers dalam mendukung pendidikan demokrasi di tengah masyarakat.

Menurut Inda, perkembangan teknologi informasi dan media digital membawa tantangan baru dalam pelaksanaan demokrasi, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak benar dan berpotensi memicu polarisasi di masyarakat. Ia menilai bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga ruang informasi yang sehat dan kondusif.

“Kolaborasi antara Bawaslu dan insan pers menjadi sangat penting untuk menangkal hoaks, mencegah polarisasi, dan menjaga kualitas demokrasi,” ujar Inda Fiska Mahendro.

Ia menjelaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus sarana edukasi politik bagi masyarakat. Menurutnya, media yang profesional dan independen dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya terkait proses demokrasi.

“Pers memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang objektif dan edukatif kepada masyarakat agar demokrasi berjalan sehat dan berkualitas,” lanjutnya.

Inda juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan pemilu. Menurutnya, pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa dan organisasi profesi kewartawanan.

“Pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh penyelenggara pemilu. Dibutuhkan sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers,” katanya.

Ia menilai bahwa media memiliki kemampuan besar dalam membangun kesadaran demokrasi masyarakat melalui pemberitaan yang mendidik dan bertanggung jawab. Selain itu, Inda juga mengapresiasi komitmen Persatuan Wartawan Indonesia yang terus menjaga profesionalisme dan netralitas jurnalis dalam pelaksanaan pemilu. Menurutnya, independensi pers menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Profesionalisme dan independensi pers menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi dan proses pemilu,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang dan PWI Tulang Bawang dapat terus diperkuat melalui berbagai program literasi media, pendidikan demokrasi, dan pengawasan partisipatif.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus diperkuat untuk bersama-sama menciptakan demokrasi yang sehat, damai, dan berintegritas,” tambahnya.

Kegiatan konsolidasi demokrasi tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang dan Persatuan Wartawan Indonesia Tulang Bawang. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan demokrasi yang berkualitas, partisipatif, dan berintegritas.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Inda Fiska Mahendro
Kolaborasi
Bawaslu
Pers
Cegah
Hoaks
Polarisasi