Inda Fiska Mahendro: Hasil SPI Momentum Penguatan Integritas dan Profesionalitas Bawaslu
|
Tulang Bawang — Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 harus dijadikan momentum penting untuk memperkuat budaya integritas, transparansi, dan profesionalitas di lingkungan Bawaslu.
Hal tersebut disampaikan Inda usai mengikuti kegiatan “Diseminasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Bawaslu Tahun 2025 dan Pendampingan Penyusunan Rencana Aksi Tindak Lanjut Tahun 2026” yang dilaksanakan secara daring oleh Bawaslu RI, Rabu (06/05).
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi serta Kepala dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam kegiatan itu, narasumber dari KPK memaparkan hasil penilaian integritas yang meliputi aspek transparansi, akuntabilitas, sistem pengawasan internal, budaya kerja, serta pencegahan korupsi di lingkungan kelembagaan.
Menanggapi hal tersebut, Inda Fiska Mahendro menyampaikan bahwa integritas merupakan pondasi utama dalam menjaga kredibilitas lembaga pengawas pemilu.
“Integritas merupakan nilai dasar yang harus dijaga oleh seluruh jajaran Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil SPI bukan sekadar penilaian administratif, melainkan instrumen evaluasi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang lebih baik.
“Hasil SPI harus dipandang sebagai instrumen evaluasi untuk memperbaiki sistem kerja dan meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu hanya dapat dibangun melalui budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu harus dijaga melalui kinerja yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Inda juga menilai bahwa penguatan integritas harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik di tingkat pimpinan maupun jajaran sekretariat.
“Penguatan integritas harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran, bukan hanya pimpinan tetapi juga seluruh unsur kelembagaan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penyusunan rencana aksi tindak lanjut hasil SPI agar rekomendasi yang diberikan dapat diterapkan secara nyata dalam lingkungan kerja.
“Rencana aksi tindak lanjut harus disusun secara konkret agar hasil evaluasi tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata,” tambahnya.
Menurut Inda, penguatan pengawasan internal dan budaya kerja yang disiplin menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas kelembagaan Bawaslu menghadapi Pemilu dan Pemilihan mendatang.
“Pengawasan internal dan disiplin kerja harus terus diperkuat agar kualitas kelembagaan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk menjadikan hasil SPI sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalitas kerja.
“Hasil SPI harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalitas dalam bekerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Inda menegaskan komitmen Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk terus mendukung upaya pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen mendukung penguatan tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya integritas, meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, serta menjaga profesionalitas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP