Harlah ke-92 GP Ansor, Desi Triyana: Peran Pemuda Edukasi Partisipasi Demokrasi
|
Tulang Bawang — Momentum peringatan hari lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang sebagai ruang strategis untuk mendorong peran aktif pemuda dalam edukasi publik dan penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Mengusung semangat “Bersatu, Berperan untuk Negeri”, peringatan ini tidak hanya menjadi simbol perjalanan panjang organisasi kepemudaan, tetapi juga refleksi atas kontribusi nyata pemuda dalam membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai agen edukasi dalam kehidupan demokrasi.
“Peringatan hari lahir GP Ansor ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat. Mereka bisa menjadi jembatan informasi yang efektif, terutama dalam menyampaikan nilai-nilai demokrasi,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Jumat (24/04).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh pemuda cenderung lebih dekat dengan masyarakat, sehingga pesan-pesan edukatif dapat diterima dengan lebih baik.
“Pemuda memiliki pendekatan yang lebih fleksibel dan humanis. Ini menjadi kekuatan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap proses demokrasi,” jelasnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam demokrasi tidak dapat tumbuh tanpa adanya upaya edukasi yang berkelanjutan, dan di sinilah peran pemuda menjadi sangat penting.
“Partisipasi tidak muncul begitu saja. Harus ada proses edukasi yang terus dilakukan, dan pemuda memiliki potensi besar untuk mengambil peran tersebut,” tambahnya.
Desi juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda.
“Di era digital saat ini, pemuda harus mampu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi yang edukatif dan membangun. Ini menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap semangat “Bersatu, Berperan untuk Negeri” dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata pemuda dalam berbagai aspek, termasuk dalam pengawasan demokrasi.
“Pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Dengan keterlibatan aktif, pemuda dapat berkontribusi dalam menciptakan demokrasi yang lebih berkualitas,” tutupnya.
Melalui sudut pandang edukasi dan partisipasi, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menilai bahwa sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor menjadi kunci dalam membangun demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP