Harlah ke-76 Fatayat NU, Desi Triyana: Peran Perempuan Mengedukasi Pencegahan Pelanggaran
|
Tulang Bawang — Momentum peringatan hari lahir ke-76 Fatayat NU dimanfaatkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang untuk menekankan pentingnya peran perempuan dalam edukasi publik dan pencegahan pelanggaran dalam proses demokrasi. Dengan tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, peringatan ini dipandang sebagai ruang refleksi atas kontribusi perempuan dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperkuat nilai-nilai demokrasi yang berintegritas.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.
“Fatayat NU telah menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan besar dalam mengedukasi masyarakat. Pendekatan yang humanis dan komunikatif menjadi kunci dalam menyampaikan pesan-pesan demokrasi,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Jumat (24/04).
Ia menjelaskan bahwa edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah terjadinya pelanggaran.
“Pencegahan pelanggaran tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui edukasi. Di sinilah peran perempuan menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran sejak dini,” jelasnya.
Menurutnya, perempuan memiliki kedekatan sosial yang kuat di lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga mampu menjadi penggerak perubahan yang efektif.
“Perempuan berada di ruang-ruang strategis dalam kehidupan sosial. Ketika mereka aktif menyampaikan informasi yang benar, maka dampaknya akan sangat luas,” tambahnya.
Desi juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Di era digital, perempuan juga harus mampu memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi yang edukatif, sehingga jangkauan pesan dapat lebih luas dan efektif,” tegasnya.
Ia berharap semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia” dapat terus mendorong perempuan untuk berkontribusi aktif dalam berbagai aspek, termasuk dalam pengawasan demokrasi.
“Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu menciptakan perubahan positif. Ini adalah kekuatan yang harus terus kita dorong,” tutupnya.
Melalui sudut pandang edukasi dan pencegahan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menilai bahwa keterlibatan perempuan, khususnya melalui organisasi seperti Fatayat NU, menjadi elemen penting dalam menciptakan demokrasi yang partisipatif, berintegritas, dan berkelanjutan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP