Desi Triyana Soroti Pendidikan Pengawas Partisipatif dan Evaluasi Hasil Pengawasan Coktas
|
Tulang Bawang — Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan pentingnya penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), serta evaluasi berkelanjutan terhadap hasil pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Hal tersebut disampaikan Desi dalam rapat pleno mingguan Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (13/05). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota Bawaslu, serta Koordinator Sekretariat sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program kerja dan persiapan agenda strategis kelembagaan.
Rapat pleno mingguan menjadi forum koordinasi internal untuk meninjau capaian kinerja yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan di lapangan, serta menyusun langkah-langkah strategis guna mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu yang lebih efektif, terukur, dan terencana. Dalam pelaksanaan rapat, sejumlah agenda penting menjadi pembahasan utama, di antaranya penguatan koordinasi antar divisi, tindak lanjut hasil pengawasan Pencocokan Terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), serta persiapan simulasi penyelesaian sengketa.
Desi menjelaskan bahwa pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif direncanakan berlangsung pada 24 Juni 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif akan dilaksanakan pada 24 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat umum.
“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengawasan pemilu dan pentingnya menjaga integritas demokrasi,” jelasnya.
Desi menambahkan bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.
“Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat,” katanya.
Selain membahas program P2P, Desi juga menyoroti hasil pengawasan Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang telah dilakukan pada Selasa, 12 Mei 2026 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang.
“Pelaksanaan pengawasan coktas berjalan dengan lancar dan difokuskan pada pemilih lanjut usia di atas seratus tahun,” ungkapnya.
Menurut Desi, pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai prosedur serta menghasilkan data yang akurat dan valid.
“Data pemilih yang akurat sangat penting untuk melindungi hak pilih masyarakat dan menjaga kualitas demokrasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar divisi dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan di lapangan.
“Sinergi antar divisi perlu terus diperkuat agar pelaksanaan pengawasan berjalan lebih optimal dan terkoordinasi,” tambahnya.
Desi berharap seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang dapat terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kesiapan dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
“Komitmen bersama harus terus dijaga untuk mendukung terwujudnya pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.
Melalui rapat pleno mingguan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pengawasan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun kelembagaan yang profesional dan berintegritas menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP