Lompat ke isi utama

Berita

Desi Triyana: Pengawasan Partisipatif Menjadi Kunci Penguatan Demokrasi

a

Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, memberikan arahan pada rapat pleno mingguan di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (06/05)

Tulang Bawang — Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif masyarakat menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat kualitas demokrasi dan pengawasan pemilu di Kabupaten Tulang Bawang. Hal tersebut disampaikan Desi Triyana dalam rapat pleno mingguan Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (13/05). Rapat pleno tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota Bawaslu, serta Koordinator Sekretariat sebagai bagian dari evaluasi program kerja dan persiapan agenda strategis kelembagaan.

Rapat pleno mingguan dilaksanakan untuk meninjau capaian pelaksanaan program kerja, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah strategis guna mendukung pelaksanaan tugas pengawasan yang lebih efektif, terukur, dan terencana. Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda penting menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan koordinasi antar divisi, tindak lanjut hasil pengawasan Pencocokan Terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), serta persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).

Desi menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.

“Pengawasan partisipatif menjadi salah satu kunci dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu akan memperkuat upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran maupun penyimpangan dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting karena pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh penyelenggara,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang direncanakan berlangsung pada 24 Juni 2026 diharapkan mampu menciptakan kader-kader pengawas partisipatif di tengah masyarakat.

“Melalui pendidikan ini, masyarakat akan dibekali pemahaman tentang kepemiluan, teknik pengawasan, dan tata cara pelaporan dugaan pelanggaran,” katanya.

Selain membahas pengawasan partisipatif, Desi juga menyoroti hasil pengawasan Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang telah dilakukan pada 12 Mei 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Tulang Bawang.

“Pengawasan coktas dilakukan untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai prosedur dan kondisi faktual di lapangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa fokus pengawasan dilakukan terhadap pemilih lanjut usia di atas seratus tahun guna memastikan validitas dan akurasi data pemilih.

“Data pemilih yang valid menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu,” tegasnya.

Desi juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antar divisi dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan.

“Kerja sama antar divisi harus terus diperkuat agar seluruh agenda pengawasan dapat berjalan optimal dan terintegrasi,” tambahnya.

Ia berharap seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang dapat terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Komitmen menjaga integritas dan kualitas pengawasan harus terus diperkuat demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.

Melalui rapat pleno mingguan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan kualitas pengawasan pemilu, serta membangun kelembagaan yang profesional menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 yang demokratis dan berintegritas.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Desi Triyana
Pengawasan Partisipatif
Kunci Penguatan
Demokrasi