Desi Triyana: P2P Langkah Strategis Tingkatkan Kesadaran Demokrasi Masyarakat
|
Tulang Bawang — Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. Hal tersebut disampaikan Desi Triyana saat mengikuti rapat pleno mingguan yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (06/05).
Rapat pleno tersebut dihadiri Ketua, Anggota, serta Koordinator Sekretariat sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan kegiatan sekaligus persiapan agenda kerja kelembagaan ke depan. Dalam rapat tersebut, Desi menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang saat ini tengah memasuki tahapan persiapan pelaksanaan kegiatan.
“Rekrutmen peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif telah dilaksanakan oleh staf yang membidangi partisipasi masyarakat dan proses persiapannya terus berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi upaya membangun budaya pengawasan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Desi mengatakan bahwa pelaksanaan P2P nantinya akan dilakukan secara hybrid, yakni memadukan metode daring dan luring agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif dan dapat menjangkau peserta secara lebih luas.
“Pelaksanaan kegiatan direncanakan secara hybrid, baik daring maupun luring, agar peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa jadwal pelaksanaan kegiatan secara luring telah disampaikan kepada Bawaslu Provinsi Lampung dan saat ini tinggal menunggu penetapan jadwal resmi dari tingkat provinsi.
“Jadwal pelaksanaan luring sudah kami sampaikan ke Bawaslu Provinsi dan saat ini menunggu penetapan jadwal pelaksanaan,” ungkapnya.
Desi menilai keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu sangat penting untuk memperkuat integritas demokrasi dan mencegah potensi pelanggaran pemilu sejak dini.
“Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan menciptakan pemilu yang berintegritas,” tegasnya.
Ia berharap melalui program P2P, peserta nantinya dapat menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing dan mampu menyebarluaskan pemahaman tentang pengawasan pemilu kepada masyarakat luas.
“Kami berharap peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat menjadi pelopor pengawasan demokrasi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selain membahas program P2P, rapat pleno mingguan juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai capaian program kerja dan pembahasan langkah strategis kelembagaan pada masa non tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Desi menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia dan koordinasi internal harus terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
“Kesiapan kelembagaan harus terus diperkuat sejak dini agar pengawasan pemilu ke depan dapat berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.
Melalui rapat pleno mingguan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan kualitas program kerja, serta membangun pengawasan pemilu yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP