Desi Triyana: P2P dan Uji Petik Jadi Langkah Penguatan Pengawasan Pemilu
|
Tulang Bawang – Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dan kegiatan uji petik menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Hal tersebut disampaikan Desi Triyana dalam Rapat Pleno Mingguan Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (20/05).
Rapat pleno tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Koordinator Sekretariat, serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang. Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan utama, di antaranya progres pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), pelaksanaan uji petik, penguatan koordinasi antar divisi, pengelolaan data dan informasi melalui PPID, hingga persiapan simulasi penyelesaian sengketa.
Desi Triyana menyampaikan bahwa pelaksanaan uji petik akan dilakukan di Kecamatan Penawartama dan Kecamatan Gedung Aji Baru pada minggu depan pasca Iduladha.
“Pelaksanaan uji petik akan dilakukan di Kecamatan Penawartama dan Gedung Aji Baru pada minggu depan pasca Iduladha,” ujar Desi.
Menurutnya, kegiatan uji petik menjadi bagian penting dalam memastikan validitas data serta mendukung kualitas pengawasan pemilu yang lebih akurat dan terukur. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan uji petik juga menjadi langkah pengawasan untuk memastikan data yang tersedia sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Melalui kegiatan uji petik, kita ingin memastikan data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan sehingga kualitas pengawasan dapat semakin baik,” lanjutnya.
Selain itu, Desi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) akan dilaksanakan secara tatap muka pada 24 Juni 2026 dan telah mendapatkan persetujuan dari Bawaslu Provinsi.
“Pelaksanaan P2P akan dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 24 Juni 2026 dan telah disetujui oleh Bawaslu Provinsi,” katanya.
Menurutnya, Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi program strategis dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan. Ia menilai bahwa pengawasan partisipatif memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya pemilu yang demokratis, jujur, dan berintegritas.
“Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan pemilu. Melalui P2P, kita ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.
Desi Triyana juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mendukung pengawasan pemilu yang efektif. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh penyelenggara, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pengawasan pemilu membutuhkan kolaborasi dan partisipasi bersama. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan dengan baik dan berintegritas,” tambahnya.
Ia berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap penguatan kelembagaan pengawasan pemilu di Kabupaten Tulang Bawang.
“Kami berharap seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan optimal dan mampu memperkuat kualitas pengawasan pemilu serta partisipasi masyarakat dalam demokrasi,” katanya.
Rapat pleno mingguan tersebut berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat konsolidasi internal. Melalui pelaksanaan berbagai program pengawasan dan pendidikan partisipatif tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendukung pelaksanaan pemilu dan pemilihan yang demokratis, jujur, dan berkeadilan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP