Desi Triyana: Nilai Kenaikan Yesus Kristus Selaras dengan Semangat Pengawasan Pemilu yang Humanis dan Berintegritas
|
Tulang Bawang — Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai pengabdian, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial maupun pelaksanaan tugas pengawasan demokrasi.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Kenaikan Yesus Kristus memiliki relevansi kuat dengan semangat kerja pengawasan pemilu yang dijalankan oleh jajaran pengawas pemilu, khususnya dalam membangun pengawasan yang humanis, partisipatif, dan berkeadilan.
“Peringatan Kenaikan Yesus Kristus mengajarkan tentang keteladanan, kesetiaan dalam pengabdian, serta pentingnya menjaga nilai kebenaran dan kejujuran. Hal tersebut selaras dengan semangat pengawasan pemilu yang mengedepankan integritas dan tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, Kamis (14/05).
Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengawasan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang tidak hanya berfokus pada aspek penindakan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi.
Menurutnya, partisipasi publik menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan proses pemilu yang transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, Bawaslu terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kualitas demokrasi.
“Demokrasi yang baik membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengawasan partisipatif menjadi bagian penting untuk memastikan proses pemilu berjalan jujur, adil, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desi menegaskan bahwa nilai toleransi dan persatuan yang tercermin dalam momentum keagamaan juga perlu terus dijaga dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.
Sebagai lembaga publik, lanjutnya, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, pemangku kepentingan, dan seluruh peserta pemilu dalam rangka menciptakan suasana demokrasi yang kondusif dan damai.
“Semangat toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati harus terus dijaga. Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang mampu menghargai perbedaan dan bersama-sama menjaga persatuan,” tambah Desi.
Di akhir keterangannya, ia berharap momentum Hari Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pengawas pemilu dan masyarakat untuk terus menjaga nilai integritas, meningkatkan kepedulian terhadap demokrasi, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berkeadilan di Kabupaten Tulang Bawang.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP