Desi Triyana Dorong Generasi Muda Aktif Awasi Pemilu
|
Tulang Bawang — Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam mendukung pengawasan partisipatif melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Desi usai mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara daring yang dilaksanakan secara hybrid oleh Bawaslu RI dan berpusat di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (12/05).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk Ketua, Anggota, Koordinator Sekretariat, dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang.
Menurut Desi, Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program strategis Bawaslu dalam membangun kesadaran demokrasi masyarakat sekaligus memperkuat budaya pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas demokrasi.
“Pengawasan partisipatif merupakan bentuk kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam menjaga integritas pemilu,” jelasnya.
Desi menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan demokrasi karena memiliki peran besar sebagai pemilih sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam pengawasan partisipatif karena mereka memiliki semangat dan kepedulian terhadap demokrasi,” katanya.
Menurutnya, melalui program P2P, masyarakat akan diberikan pemahaman terkait pengawasan pemilu, pencegahan pelanggaran, serta tata cara menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
“Program P2P memberikan edukasi tentang pengawasan pemilu dan bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga demokrasi,” ungkapnya.
Desi juga menegaskan bahwa kader pengawas partisipatif nantinya diharapkan mampu menjadi pelopor pengawasan di lingkungan masing-masing dengan mengedepankan upaya pencegahan.
“Kader P2P diharapkan menjadi pelopor pengawasan partisipatif yang mampu membantu mencegah pelanggaran pemilu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan demokrasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas pemilu dan pemilihan.
“Pendidikan demokrasi harus terus dilakukan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu semakin meningkat,” tambahnya.
Selain itu, Desi menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang siap mendukung penuh pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 di Kabupaten Tulang Bawang.
“Kami siap melaksanakan Pendidikan Pengawas Partisipatif sebagai bagian dari penguatan pengawasan berbasis masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat, khususnya pemilih pemula, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat lainnya.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, serta mendukung terwujudnya Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 yang demokratis, jujur, adil, transparan, dan bermartabat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP