Bawaslu Tulang Bawang Sambut Positif Arahan Anggota Bawaslu RI, Siap Perkuat Kepercayaan Publik dan Kualitas Pengawasan
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyambut positif arahan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum, Puadi, dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Bawaslu yang mengusung tema “Mengukuhkan Demokrasi”.
Dalam arahannya, Puadi menegaskan bahwa kekuatan utama Bawaslu tidak hanya terletak pada kewenangan yang dimiliki, tetapi juga pada kepercayaan publik yang menyertainya. Menurutnya, menjaga legitimasi demokrasi harus sejalan dengan upaya memperkuat integritas dan profesionalitas lembaga pengawas pemilu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyatakan bahwa arahan tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi jajaran di daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan.
“Kami menyambut positif arahan yang disampaikan. Ini menjadi penguatan bagi kami di daerah bahwa kepercayaan publik adalah hal utama yang harus dijaga melalui kerja-kerja pengawasan yang profesional dan berintegritas,” ujar Inda.
Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan formal, tetapi juga harus dibangun melalui konsistensi dalam menegakkan keadilan.
“Kewenangan yang dimiliki harus diiringi dengan integritas dan transparansi. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh,” jelasnya.
Inda juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks, terutama di era digital.
“Tantangan ke depan semakin dinamis, mulai dari perkembangan teknologi informasi hingga berbagai modus pelanggaran yang semakin canggih. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi keharusan,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Bawaslu Tulang Bawang berkomitmen untuk memperkuat tiga aspek utama dalam pengawasan. Pertama, peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia agar lebih adaptif dan mampu merespons dinamika pengawasan secara cepat dan tepat.
Kedua, penguatan sistem penegakan hukum pemilu yang berintegritas, dengan memastikan setiap pelanggaran ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten, karena dari situlah kepercayaan publik dibangun,” tambah Inda.
Ketiga, penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, media, dan lembaga negara lainnya.
“Pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Inda menegaskan bahwa jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang akan terus membuka ruang partisipasi publik serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
“Kami mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam pengawasan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menjaga kualitas demokrasi secara bersama-sama,” tutupnya.
Melalui respons positif ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi, memperkuat kapasitas, dan menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP