Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tulang Bawang Ikuti Literasi Pojok Pengawasan Volume 13, Bahas Pengawasan Partisipatif dalam PDPB

a

Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 bertajuk “Masyarakat Awasi PDPB, Realistis atau Utopis?” yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Jawa Tengah, Senin (18/05).

Tulang Bawang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 13 bertajuk “Masyarakat Awasi PDPB, Realistis atau Utopis?” yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Jawa Tengah, Senin (18/05).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas dan pemahaman terkait pengawasan partisipatif dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), khususnya dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan proses demokrasi. Kegiatan diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota, pengawas pemilu, akademisi, pegiat demokrasi, serta masyarakat umum dari berbagai daerah. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan meningkatkan kualitas demokrasi.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan memiliki peran strategis dalam mendorong transparansi serta mencegah berbagai potensi pelanggaran.

“Pengawasan partisipatif merupakan instrumen penting untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Namun demikian, tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaporan pelanggaran maupun pengawasan pemilu masih perlu terus ditingkatkan,” ujar Amin.

Ia menjelaskan bahwa tantangan pengawasan partisipatif tidak hanya sebatas mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran politik masyarakat agar memahami hak-hak politiknya sebagai warga negara.

“Tantangan terbesar pengawasan partisipatif adalah membangun kesadaran politik masyarakat agar memahami hak dan perannya dalam menjaga kualitas demokrasi,” lanjutnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Iji Jaelani, menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait pemahaman masyarakat mengenai posisi dan peran mereka dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama sebagai bagian dari warga negara.

“Pengawasan partisipatif masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait pemahaman masyarakat mengenai posisi dan peran mereka dalam pengawasan pemilu,” ujar Jaelani.

Ia menegaskan bahwa tantangan pengawasan PDPB bukan hanya bagaimana meningkatkan angka partisipasi masyarakat, tetapi bagaimana mentransformasikan pengawasan partisipatif menjadi gerakan warga negara yang mandiri, kritis, dan berkelanjutan.

“Pengawasan partisipatif harus mampu menjadi gerakan warga negara yang mandiri dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya hadir saat tahapan berlangsung, tetapi memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, mengatakan bahwa kegiatan Literasi Pojok Pengawasan memberikan pemahaman penting terkait penguatan pengawasan partisipatif, khususnya dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan data pemilih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman penting bahwa pengawasan partisipatif memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas demokrasi, termasuk dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan,” ujar Desi.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam memastikan data pemilih tetap akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi riil di lingkungan masing-masing. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan data pemilih sangat diperlukan untuk memastikan data pemilih tetap valid dan akurat,” lanjutnya.

Desi juga menilai bahwa penguatan literasi demokrasi dan pendidikan politik kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar partisipasi masyarakat dalam pengawasan dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Peningkatan kesadaran politik masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan partisipatif yang efektif. Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif melalui edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kami terus berupaya membangun partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin aktif dan peduli terhadap pengawasan pemilu maupun pemutakhiran data pemilih,” ujarnya.

Desi Triyana berharap kegiatan Literasi Pojok Pengawasan dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung pengawasan partisipatif yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi semakin meningkat sehingga kualitas pemilu dan pemilihan dapat terus terjaga dengan baik,” tutupnya.

Dengan mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 12 tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung demokrasi yang berkualitas, transparan, dan berintegritas.

a

 

a

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Bawaslu
Tulang Bawang
Literasi Pojok Pengawasan
Pengawasan Partisipatif
PDPB