Uji Petik PDPB: Masyarakat Tiuh Tohou Dukung Kinerja Bawaslu Tulang Bawang
|
Tulang Bawang — Upaya memastikan kualitas demokrasi tidak hanya dilakukan pada masa kampanye atau hari pencoblosan. Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan komitmen tersebut melalui pengawasan melekat pada proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Rabu (3/12). Salah satu langkah konkret itu terlihat saat Bawaslu melakukan uji petik terhadap data pemilih di Kampung Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala.
Kegiatan pengawasan ini dipimpin oleh tim Bawaslu Kabupaten yang terdiri dari Amin Huda, S.Sy., Riky Arya Putra, S.H., Aris Munandar, S.E., dan Laila Fatimatul Inayah, S.Pd. Mereka mendatangi rumah warga satu per satu untuk mencocokkan data yang telah ditetapkan KPU Tulang Bawang pada PDPB Triwulan III.
Dari 24 data pemilih berusia di atas 80 tahun, Bawaslu menemukan ketidaksesuaian berupa 7 pemilih yang telah meninggal dunia, namun masih tercatat dalam daftar. Temuan masyarakat juga memperkuat hasil uji petik bahwa dalam enam bulan terakhir, terdapat 7 warga meninggal yang belum terlaporkan ke dalam sistem data pemilih.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Tulang Bawang, Desi Triyana, menekankan bahwa pengawasan uji petik merupakan langkah strategis mencegah potensi kerawanan sejak dini.
“Ketidaksesuaian data seperti pemilih yang telah meninggal dapat menimbulkan risiko dalam proses pemilu. Karena itu, kami tidak hanya memverifikasi dokumen, tetapi turun langsung memastikan fakta di lapangan. Ini bentuk komitmen Bawaslu untuk menjaga integritas data pemilih,” jelas Desi.
Desi juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan perubahan data kependudukan.
“Partisipasi warga sangat penting. Setiap perubahan data harus segera dilaporkan agar tidak menimbulkan masalah pada tahapan selanjutnya,” tambahnya.
Kepala Kampung Tiuh Tohou, Abdur Rohman, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai bahwa langkah Bawaslu membantu desa dalam memastikan data warganya tercatat dengan benar.
“Kami berterima kasih kepada Bawaslu. Uji petik ini sangat membantu, karena ada warga yang keluarganya belum sempat melapor. Dengan pengecekan langsung seperti ini, data menjadi lebih akurat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala sehingga tidak ada lagi data yang tertinggal atau tidak terbarui.
Kegiatan uji petik ini menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya mengoreksi, tetapi juga menguatkan kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah kampung, dan masyarakat dalam menciptakan data pemilih yang bersih dan akurat.
Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas Bawaslu Tulang Bawang