Tenaga Ahli Komisi II DPR RI Arlen Intani Paparkan Evaluasi dan Proyeksi Pengawasan Pemilu di Rakor Bawaslu Tulang Bawang
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menggelar sesi diskusi daring bersama Tenaga Ahli Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Arlen Intani, dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi dan Penguatan Kelembagaan Bersama Mitra Kerja, pada Selasa malam (16/09).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Leman, Unit 2 Tulang Bawang, ini merupakan bagian dari agenda hari kedua rapat koordinasi Bawaslu Tulang Bawang yang berlangsung sejak 15 hingga 17 September 2025. Sesi bersama Arlen Intani diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Tulang Bawang, sekretariat, serta perwakilan mitra kerja dan lembaga pemantau.
Dalam kesempatan tersebut, Arlen Intani menyampaikan materi bertajuk “Evaluasi dan Proyeksi Pengawasan Pemilu dan Pemilihan” yang menyoroti capaian pengawasan Pemilu Serentak 2024 sekaligus arah kebijakan dan tantangan pengawasan menjelang Pemilu Nasional 2029.
Evaluasi Pengawasan Pemilu 2024: Capaian dan Tantangan
Mengawali paparannya, Arlen Intani memberikan apresiasi atas kinerja Bawaslu di berbagai tingkatan yang dinilai telah bekerja optimal dalam menjaga integritas Pemilu 2024 di tengah dinamika politik nasional yang kompleks. Ia menyebut pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif dengan KPU, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pelaksanaan pemilu.
“Pemilu 2024 menunjukkan bahwa pengawasan yang kolaboratif mampu menekan potensi pelanggaran dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Namun, masih ada sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian untuk penyelenggaraan berikutnya,” ujar Arlen Intani.
Beberapa catatan tersebut, menurutnya, antara lain menyangkut peningkatan kapasitas sumber daya pengawas di tingkat bawah, optimalisasi pengawasan berbasis teknologi informasi, serta peningkatan peran masyarakat dalam pengawasan partisipatif.
“Bawaslu perlu memperkuat sistem pelatihan berjenjang untuk pengawas di lapangan, sekaligus memperluas kanal partisipasi publik. Pengawasan yang efektif bukan hanya dilakukan oleh lembaga, tetapi juga oleh masyarakat yang sadar demokrasi,” tambahnya.
Proyeksi Pengawasan ke Depan: Adaptif dan Transparan
Dalam sesi proyeksi ke depan, Arlen Intani menegaskan bahwa tantangan utama pengawasan Pemilu dan Pilkada ke depan adalah perubahan lanskap politik yang semakin digital dan dinamis. Ia menyoroti bahwa pengawasan berbasis manual sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas tahapan pemilu yang cepat dan terhubung secara daring.
“Era digital membawa tantangan baru, mulai dari penyebaran disinformasi, potensi manipulasi data, hingga politisasi media sosial. Bawaslu harus memperkuat pengawasan siber dan memperluas jejaring pengawasan digital yang berbasis data,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Bawaslu, DPR, KPU, dan lembaga penegak hukum, terutama dalam penyusunan kebijakan dan revisi regulasi kepemiluan.
“DPR melalui Komisi II berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang memperkuat kelembagaan Bawaslu, baik dari sisi kewenangan, sumber daya, maupun dukungan anggaran. Tujuannya agar pengawasan pemilu semakin mandiri, profesional, dan berdaya guna,” tegas Arlen.
Menurut Arlen, masa jeda antara Pemilu 2024 dan Pemilu 2029 harus dimanfaatkan oleh Bawaslu di semua tingkatan untuk melakukan penguatan kelembagaan internal, modernisasi sistem kerja, dan pembaruan metode pengawasan berbasis data dan partisipasi publik.
Apresiasi dan Harapan dari Bawaslu Tulang Bawang
Ketua Bawaslu Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Komisi II DPR RI terhadap kerja-kerja pengawasan di daerah.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Arlen Intani yang telah memberikan banyak pandangan strategis bagi kami. Evaluasi dan proyeksi pengawasan yang disampaikan menjadi bekal penting bagi Bawaslu Tulang Bawang dalam menyiapkan strategi menghadapi Pilkada 2025,” ujar Inda Fiska.
Ia menambahkan bahwa Bawaslu Tulang Bawang siap melaksanakan rekomendasi yang disampaikan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas pengawas, pemanfaatan teknologi informasi, dan perluasan pengawasan partisipatif di tingkat akar rumput.
“Kami akan terus berupaya memperkuat kelembagaan dan menjalin kemitraan dengan semua pihak, termasuk DPR, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya adalah agar pengawasan pemilu benar-benar menjadi milik bersama demi mewujudkan demokrasi yang berintegritas,” tambahnya.
Kolaborasi Sebagai Pilar Demokrasi
Sesi Zoom Meeting dengan Arlen Intani berlangsung interaktif. Peserta dari jajaran Bawaslu Tulang Bawang aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pengalaman serta tantangan pengawasan di lapangan selama Pemilu 2024 lalu.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Bawaslu Tulang Bawang untuk terus memperkuat sistem pengawasan yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjaga komitmen bersama dalam mewujudkan Pemilu dan Pilkada yang damai, berintegritas, dan bermartabat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP