Suprondi: Politik Uang Racun Demokrasi, Gen Z Harus Berani Menolak
|
Tulang Bawang - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu, Suprondi, mengajak generasi muda untuk berperan aktif mencegah politik uang demi menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029. Ia menilai praktik politik uang dapat merusak kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politik.
Ajakan tersebut disampaikan Suprondi dalam kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 bertema “Gen Z dan Politik Uang: Masihkah Suara Rakyat Bisa Dibeli?” yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Pringsewu secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10).
Dalam sambutannya, Suprondi menegaskan bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami dinamika politik dan tidak bersikap apatis.
“Suka atau tidak suka, peduli atau tidak peduli, politik akan tetap memengaruhi dan menentukan bagaimana kehidupan kita,” ujar Suprondi.
Ia menjelaskan bahwa Behasan Demokrasi dirancang sebagai ruang diskusi dan kolaborasi antara Bawaslu dengan mahasiswa untuk bertukar gagasan, menyampaikan kritik edukatif, serta memperkuat pengawasan pemilu. Ia menegaskan Bawaslu terbuka terhadap partisipasi dan masukan mahasiswa dalam menjaga demokrasi yang berintegritas.
Terkait politik uang, Suprondi mengibaratkannya sebagai racun yang dapat merusak demokrasi. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan dengan menutup celah transaksi politik, baik dari pihak yang memberi maupun yang menerima.
“Pemilu 2029 ini kita harus bergerak bersama-sama, berusaha menutup celah politik uang, baik dari sisi penyedia maupun penerima, untuk memperbaiki kualitas demokrasi kita ke depan,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, Suprondi berharap mahasiswa dan generasi muda dapat menjadi penggerak edukasi demokrasi sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP