Lompat ke isi utama

Berita

Perwira: Kolaborasi KPU dan Bawaslu Jadi Kunci Sukses Penyelenggaraan Pemilu di Tulang Bawang

m

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, Perwira, sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Tulang Bawang” pada Rapat Koordinasi dan Penguatan Kelembagaan Bersama Mitra Kerja yang berlangsung di Hotel Leman, Unit 2 Tulang Bawang, pada Selasa (16/09).

Tulang Bawang — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, Perwira, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Penguatan Kelembagaan Bersama Mitra Kerja yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang di Hotel Leman, Unit 2 Tulang Bawang, pada Selasa (16/09).

Dalam sesi tersebut, Perwira membawakan materi bertajuk “Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Tulang Bawang.” Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian rapat koordinasi Bawaslu yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 September 2025, dan dihadiri oleh jajaran Bawaslu, KPU, unsur Forkopimda, serta berbagai mitra strategis penyelenggara pemilu.

Refleksi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2024

Dalam pemaparannya, Perwira menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 di Kabupaten Tulang Bawang secara umum berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, meskipun di lapangan masih ditemukan beberapa kendala teknis dan dinamika yang perlu dijadikan bahan evaluasi bersama.

“Secara keseluruhan, pelaksanaan Pemilu 2024 di Tulang Bawang berjalan baik. Partisipasi masyarakat juga meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya. Namun, tentu ada beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait distribusi logistik, koordinasi antar penyelenggara, dan kesiapan sumber daya manusia di tingkat TPS,” ujar Perwira.

Ia menegaskan bahwa proses evaluasi pasca-Pemilu merupakan langkah penting untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan pemilu, sekaligus memperkuat kolaborasi antara KPU dan Bawaslu di tingkat daerah.

“Evaluasi seperti ini menjadi ruang yang sangat penting. KPU tidak bisa berjalan sendiri. Pengawasan yang dilakukan Bawaslu selama ini telah menjadi bagian integral dalam memastikan setiap tahapan berjalan transparan dan sesuai peraturan,” tambahnya.

Sinergi Kelembagaan untuk Pemilu dan Pilkada Berintegritas

Dalam kesempatan itu, Perwira juga menyoroti pentingnya sinergi kelembagaan antara KPU dan Bawaslu sebagai dua pilar utama dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Menurutnya, penyelenggaraan pemilu bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap sistem dan pelaksanaannya. Untuk itu, komunikasi antar-lembaga harus terus diperkuat.

“KPU dan Bawaslu adalah dua lembaga yang saling melengkapi. Kami memiliki tanggung jawab berbeda namun tujuan yang sama, yakni mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Kolaborasi dan komunikasi menjadi kunci agar potensi kesalahan di lapangan bisa diminimalisir,” kata Perwira.

Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2024 akan dijadikan bahan perencanaan dan penyusunan strategi teknis menjelang Pilkada Serentak 2025, agar penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Tulang Bawang dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan partisipatif.

“Kami akan melakukan pembenahan dari sisi manajemen logistik, pelatihan penyelenggara di tingkat bawah, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelayanan data pemilih. Semua ini bertujuan agar Pilkada 2025 bisa menjadi momentum perbaikan dan pembelajaran bagi kita semua,” jelasnya.

Apresiasi dari Bawaslu Tulang Bawang

Ketua Bawaslu Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, yang turut hadir dalam sesi tersebut, memberikan apresiasi atas kehadiran Ketua KPU Tulang Bawang dan kerja sama yang telah terjalin selama tahapan Pemilu 2024. Ia menyebut sinergi kedua lembaga telah menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

“Kami berterima kasih atas kerja sama dan komitmen KPU selama pelaksanaan Pemilu 2024. Evaluasi yang dilakukan hari ini bukan sekadar menilai kinerja, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan Pilkada yang lebih baik ke depan,” ujar Inda Fiska.

Inda juga menekankan pentingnya membangun budaya evaluasi yang terbuka dan kolaboratif, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya.

“Evaluasi yang dilakukan bersama seperti ini adalah bagian dari demokrasi yang sehat. Kami yakin dengan kolaborasi antara KPU, Bawaslu, dan masyarakat, Pilkada 2025 akan berjalan dengan lebih baik, transparan, dan berintegritas,” tegasnya.

Ruang Pembelajaran dan Konsolidasi Demokrasi

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini juga diisi dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber. Berbagai pertanyaan mengemuka seputar tantangan teknis pemungutan suara, penanganan pelanggaran, serta strategi peningkatan partisipasi pemilih di wilayah pedesaan.

Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas penyelenggara pemilu dan memperdalam komitmen bersama dalam menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Tulang Bawang.

Rapat Koordinasi dan Penguatan Kelembagaan ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 September 2025, dengan menghadirkan sejumlah narasumber lain dari unsur akademisi, pegiat pemilu, dan perwakilan Komisi II DPR RI.

l

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP