Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Literasi Digital Pengawasan, Bawaslu Tulang Bawang Ikuti Pelatihan AI

g

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Jajaran Bawaslu, Senin (24/11).

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Jajaran Bawaslu, Senin (24/11), yang digelar secara daring melalui zoom meeting. Program pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI bekerja sama dengan Generation Girl sebagai upaya memperkuat kompetensi digital para pengawas pemilu di seluruh Indonesia.

Pelatihan AI ini terbagi menjadi dua bagian, yakni Asynchronous yang berlangsung pada 21–23 November 2025, dan Synchronous (Zoom) pada 24 November 2025. Selama rangkaian kegiatan, peserta dibekali berbagai materi strategis, antara lain:

  • Pengenalan AI

  • Pemanfaatan Generative AI

  • Teknik Prompt Engineering

  • Responsible AI

  • Adaptasi dan Strategi di Era AI

Pelatihan dipandu oleh Miswanto, serta para fasilitator: Hasina Haqsya, Oktavia Citra Resmi Rachmawati, Salsabila Syahirah, dan Siti Annisa Rahma.

Kegiatan dibuka langsung oleh Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat sekaligus Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda, yang menegaskan bahwa Bawaslu adalah lembaga yang hadir untuk mengawal demokrasi.

“Di era digital, tugas pengawasan tidak lagi bisa dilakukan secara analog. Kita harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, namun tetap menjaga nurani dan etika dalam setiap langkah,” ujar Herwyn.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga validasi, akurasi, dan legitimasi data pengawasan, meskipun pemanfaatan teknologi semakin luas.

Menanggapi pelatihan tersebut, Anggota Bawaslu Tulang Bawang sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Desi Triyana, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Bawaslu RI menghadirkan pembelajaran teknologi yang lebih komprehensif.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi jajaran Bawaslu di daerah. AI bukan hanya tren, tetapi alat bantu yang dapat mempercepat analisis, memperkuat dokumentasi, dan meningkatkan efektivitas pencegahan pelanggaran pemilu,” ujar Desi.

Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan mental dan kapasitas SDM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Ke depan, pengawasan pemilu akan semakin kompleks. Dengan memahami AI secara bertanggung jawab dan etis, kami di daerah dapat melaksanakan tugas lebih cermat, lebih cepat, dan tetap sesuai regulasi,” tambahnya.

Desi berharap pelatihan serupa dapat terus diberikan agar transformasi digital di lingkungan Bawaslu berjalan lebih matang dan merata hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Pelatihan AI ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bawaslu dalam membangun ekosistem pengawasan yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis data menuju Pemilu 2029. Dengan pemahaman teknologi yang lebih baik, jajaran pengawas pemilu diharapkan mampu mengantisipasi disinformasi, mempercepat pemetaan kerawanan, dan meningkatkan kualitas analisis di lapangan.

t

 

h

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Artificial Intelligence
Herwyn J.H. Malonda
Integritas
Bawaslu RI