Peringati Hari Dharma Samudera 2026, Bawaslu Tulang Bawang Teguhkan Semangat Ketangguhan dan Profesionalitas
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang memperingati Hari Dharma Samudera pada 15 Januari 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, khususnya Pertempuran Laut yang menjadi simbol keberanian dan pengorbanan prajurit matra laut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan Hari Dharma Samudera tahun ini mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional dan Modern”. Tema tersebut dinilai selaras dengan semangat Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan Pemilu yang menuntut keteguhan sikap, profesionalitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan Prajurit Jalasena menjadi inspirasi penting bagi jajaran pengawas Pemilu dalam menjaga integritas demokrasi.
“Semangat juang Prajurit Jalasena mengajarkan ketangguhan, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih. Nilai-nilai ini sejalan dengan komitmen Bawaslu untuk menjalankan pengawasan Pemilu secara profesional, berintegritas, dan berkeadilan demi menjaga kedaulatan rakyat,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Kamis (15/01).
Ia menambahkan bahwa keteguhan dalam menghadapi tantangan merupakan modal utama bagi penyelenggara Pemilu dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan seluruh tahapan Pemilu berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menilai bahwa peringatan Hari Dharma Samudera juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
“Semangat kebersamaan dan pengabdian yang ditunjukkan para pahlawan laut menjadi teladan bagi kami dalam membangun pengawasan partisipatif. Keterlibatan masyarakat adalah kunci untuk mencegah pelanggaran dan mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil,” jelas Desi.
Ia menegaskan bahwa Bawaslu terus mendorong edukasi kepemiluan dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran Pemilu.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menekankan relevansi profesionalitas dan ketegasan Prajurit Jalasena dengan tugas penegakan hukum Pemilu.
“Profesionalitas dan ketangguhan adalah nilai utama yang kami pegang dalam penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Pemilu. Peringatan Hari Dharma Samudera menjadi pengingat bahwa setiap keputusan harus diambil secara objektif, adil, dan bertanggung jawab,” tutur Rachmat.
Menurutnya, keteladanan para prajurit dalam menjaga kedaulatan negara menjadi inspirasi bagi Bawaslu untuk terus memperkuat kualitas penegakan hukum Pemilu yang transparan dan berkeadilan.
Melalui peringatan Hari Dharma Samudera 2026, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap semangat juang, profesionalitas, dan pengabdian Prajurit Jalasena dapat terus menginspirasi seluruh jajaran pengawas Pemilu dalam menjaga marwah demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP