Lompat ke isi utama

Berita

Perempuan Jadi Garda Demokrasi, Bawaslu Tulang Bawang Dorong Pengawasan Pemilu 2029 Berintegritas

a

Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, melaksanakan Forum Warga Pengawasan Partisipatif bersama Komunitas Ladys Tuba Kampung Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, pada Rabu (21/01).

Tulang Bawang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai garda terdepan dalam pengawasan demokrasi guna mewujudkan Pemilu 2029 yang berintegritas. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Warga Pengawasan Partisipatif bersama komunitas perempuan di Kecamatan Menggala, Rabu (21/01).

Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengawasan pemilu memiliki nilai strategis, tidak hanya pada tahapan pemungutan suara, tetapi sejak proses awal hingga pascapemilu.

“Perempuan memiliki kedekatan sosial yang kuat di lingkungan keluarga dan komunitas. Peran ini sangat penting untuk mencegah praktik-praktik yang dapat mencederai demokrasi sejak dini, sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029 yang berintegritas,” ujar Desi.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif oleh perempuan dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari menjaga netralitas di lingkungan sekitar, menolak politik uang, hingga memastikan hak pilih warga terlindungi melalui pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Menurut Desi, data pemilih yang akurat menjadi fondasi utama pemilu yang adil dan berkualitas. Oleh karena itu, partisipasi perempuan dalam mengawal PDPB merupakan kontribusi nyata dalam menjaga hak konstitusional masyarakat.

“Ketika perempuan ikut mengawasi, demokrasi menjadi lebih kuat. Pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi tanggung jawab bersama, dan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran itu,” tambahnya.

Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menilai bahwa penguatan pengawasan partisipatif sejak dini merupakan investasi demokrasi jangka panjang. Melalui pelibatan komunitas perempuan, diharapkan lahir jejaring pengawasan yang berkelanjutan dan berintegritas hingga Pemilu 2029.

Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan masyarakat perempuan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam setiap tahapan pemilu.

Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang optimistis peran aktif perempuan akan menjadi kekuatan moral dalam mengawal demokrasi yang bersih dan berintegritas pada Pemilu 2029 mendatang.

Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tag
Perempuan
Garda Demokrasi
Pengawasan
Pemilu 2029
Berintegritas
Desi Triyana