Penguatan Pengawasan Pemilu 2029, Bawaslu Tulang Bawang Ikuti Evaluasi P2P Daring
|
Tulang Bawang — Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat sekaligus Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Daring yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Lampung melalui zoom meeting pada Jumat (21/11). Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan program P2P daring sekaligus upaya memperkuat pengawasan partisipatif menyongsong Pemilu 2029.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir (HBM), diikuti oleh seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan dibuka dengan penekanan pentingnya memperkuat jejaring alumni P2P sebagai garda terdepan pengawasan berbasis masyarakat. Bawaslu Tulang Bawang memandang kegiatan ini sangat strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga pengawas serta meningkatkan kualitas pendidikan kepemiluan di tingkat daerah.
Desi memberikan tanggapan positif terkait pelaksanaan evaluasi tersebut. Menurutnya, program P2P daring telah menjadi wadah pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai mitra pengawasan pemilu.
“Evaluasi P2P daring ini sangat penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran. Kami melihat antusiasme peserta dan peran alumni sebagai aset berharga dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Pengawas pemilu tidak bisa bekerja sendiri, partisipasi publik adalah kunci,” ujar Desi.
Ia menegaskan bahwa Bawaslu Tulang Bawang akan terus melanjutkan pola kolaboratif dengan alumni P2P dalam berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepemiluan.
“Alumni P2P memiliki nilai strategis karena mereka telah memahami konsep pengawasan sejak dini. Kami akan memperluas jejaring dan melibatkan mereka secara aktif dalam pengawasan menuju Pemilu 2029,” tambahnya.
Ia menilai bahwa evaluasi P2P daring merupakan bagian dari pembenahan kelembagaan yang harus dilakukan secara konsisten. Dengan dinamika politik yang semakin kompleks, penguatan literasi kepemiluan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk mencegah kerawanan pemilu di masa mendatang.
Dalam rapat tersebut, Desi juga menyambut baik arahan untuk memperkuat basis data pemilih melalui mekanisme uji petik terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
“Pengembangan P2P dan penguatan PDPB adalah dua hal yang saling berkaitan. Keduanya menjadi pilar bagi terwujudnya pengawasan pemilu yang profesional, inklusif, dan berintegritas,” jelasnya.
Bawaslu Tulang Bawang mengapresiasi penyelenggaraan rapat evaluasi oleh Bawaslu Provinsi Lampung sebagai bentuk komitmen bersama dalam menata konsep pengawasan partisipatif ke arah yang lebih adaptif dan responsif. Bawaslu Tulang Bawang berharap rapat evaluasi serupa dapat dilaksanakan secara berkala agar arah pengawasan di seluruh daerah tetap selaras dan saling menguatkan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP