Lompat ke isi utama

Berita

Pengawasan Partisipatif Jadi Kekuatan Moral Demokrasi, Bawaslu Tulang Bawang Dukung P2P Daring Bawaslu RI

d

Desain Gambar: Instagram Bawaslu RI

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025 yang digelar oleh Bawaslu Republik Indonesia pada Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 20.00 WIB, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu RI.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis Bawaslu RI dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk turut serta dalam mengawasi jalannya pemilu dan pemilihan secara mandiri, transparan, serta berintegritas melalui mekanisme pembelajaran daring yang mudah diakses di seluruh Indonesia.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu RI dalam meluncurkan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring. Ia menilai program ini merupakan terobosan penting dalam memperluas ruang partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.

“Kami di Bawaslu Tulang Bawang menyambut baik Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring ini. Program ini membuktikan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujar Desi di Kantor Bawaslu Tulang Bawang, Rabu (22/10).

Menurutnya, pengawasan partisipatif memiliki peran sentral dalam memastikan proses pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan bebas dari praktik yang dapat mencederai demokrasi. Dengan keterlibatan masyarakat, pengawasan menjadi lebih dekat, inklusif, dan responsif terhadap potensi pelanggaran di lapangan.

“Partisipasi masyarakat adalah kekuatan moral demokrasi. Dengan adanya P2P daring, masyarakat semakin mudah belajar dan terlibat aktif dalam mengawasi jalannya pemilu, baik di tingkat desa, kampung, maupun kabupaten,” tambah Desi.

Desi menjelaskan bahwa pelaksanaan P2P secara daring menjadi bentuk adaptasi Bawaslu terhadap perkembangan teknologi informasi. Program ini membuka ruang bagi masyarakat luas, terutama generasi muda dan kelompok komunitas, untuk memahami tata cara pengawasan serta menumbuhkan kesadaran politik yang sehat.

“Metode daring membuat pendidikan pengawasan partisipatif lebih fleksibel dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ini juga merupakan wujud inovasi Bawaslu dalam memperkuat literasi digital pengawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan berbasis partisipasi masyarakat tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pengawas pemilu dan warga. Bawaslu Tulang Bawang berkomitmen mendukung dan mendorong masyarakat agar aktif mengikuti kegiatan P2P daring sebagai langkah bersama menjaga integritas demokrasi.

“Kami mengajak masyarakat Tulang Bawang untuk ikut serta dalam program ini. Mari bersama-sama menjadi bagian dari pengawasan yang independen, aktif, dan berintegritas. Karena demokrasi yang kuat hanya bisa lahir dari partisipasi rakyat yang sadar dan berani mengawasi,” tegas Desi Triyana.

Kick Off P2P Daring menjadi pembuka rangkaian kegiatan pendidikan publik yang akan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjaga kualitas pemilu serta mendorong masyarakat lebih peduli terhadap proses politik di daerahnya.

Bawaslu Tulang Bawang menegaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya bentuk kontribusi, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan bermartabat.

“Ayo Awasi Bersama, Wujudkan Pemilu Berintegritas dan Demokrasi yang Bermartabat.”

Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas Bawaslu RI

Tag
Ayo Awasi Bersama
Kick Off
Pendidikan Pengawasan Partisipatif