Pengawasan Demokrasi Berbasis Masyarakat, Bawaslu Tulang Bawang Matangkan Implementasi Jumpa Berlian
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan demokrasi melalui pelaksanaan Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi rutin mingguan yang digelar secara hybrid pada Rabu (07/01), yang dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang serta Koordinator Sekretariat.
Rapat koordinasi ini secara khusus membahas strategi implementasi Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyampaian Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di seluruh jajaran Bawaslu. Program tersebut dirancang sebagai upaya membangun pengawasan yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga berbasis partisipasi masyarakat.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa pengawasan Pemilu yang efektif membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai subjek demokrasi.
“Pengawasan yang kuat lahir dari kesadaran kolektif. Melalui Jumpa Berlian, kami mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengawasan demokrasi dengan nilai kejujuran, kepedulian, dan keteladanan,” ujar Desi.
Menurutnya, Jumpa Berlian bukan sekadar slogan, melainkan gerakan partisipatif yang membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menjaga integritas Pemilu melalui aksi nyata, edukasi publik, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan demokrasi.
Sementara itu, Program Jumat Sehati menjadi penguat internal kelembagaan yang berdampak pada pelayanan publik. Keseimbangan antara kebugaran jasmani dan rohani pengawas Pemilu dinilai akan meningkatkan kualitas interaksi Bawaslu dengan masyarakat.
“Ketika pengawas Pemilu sehat secara fisik dan mental, maka pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal. Ini berpengaruh langsung terhadap kepercayaan publik,” tambah Desi.
Dalam rakor tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang juga membahas penguatan peran masyarakat melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kampanye pengawasan partisipatif yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan, baik secara tatap muka maupun melalui media digital.
Desi menegaskan bahwa ke depan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang akan terus mengoptimalkan peran kehumasan untuk memperluas jangkauan informasi, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi mitra aktif dalam mengawal demokrasi.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat yang sadar dan peduli. Bawaslu hadir untuk membuka ruang itu dan memastikan masyarakat dilibatkan dalam setiap upaya pengawasan,” pungkasnya.
Melalui implementasi Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap tercipta budaya pengawasan yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk kepentingan demokrasi yang berintegritas.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP