Lompat ke isi utama

Berita

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Tulang Bawang Jadi Narasumber Podcast KPU, Bahas Sinergi dan Penegakan Hukum Pemilu

e

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rachmat Lihusnu, hadir sebagai narasumber dalam podcast yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, pada Kamis (28/08).

Tulang Bawang — Dalam upaya memperkuat edukasi publik terkait pengawasan pemilu dan penegakan hukum kepemiluan, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Rachmat Lihusnu, hadir sebagai narasumber dalam podcast yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, pada Kamis (28/08).

Podcast yang dikemas secara ringan namun sarat substansi ini menghadirkan ruang dialog demokrasi yang membahas berbagai isu strategis seputar pengawasan, penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu.

Bangun Sinergi untuk Pengawasan Pemilu yang Efektif

Dalam sesi dialog, Rachmat Lihusnu menyoroti pentingnya sinergi antar penyelenggara pemilu, peserta, dan masyarakat dalam memastikan setiap tahapan Pemilu berjalan sesuai regulasi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya bergantung pada lembaga pengawas atau penyelenggara, melainkan juga partisipasi aktif publik dalam mengawal integritas proses demokrasi.

“Penegakan aturan tidak akan efektif tanpa kolaborasi. Bawaslu, KPU, dan masyarakat harus memiliki semangat yang sama untuk menjaga kemurnian suara rakyat,” ungkap Rachmat.

Ia menjelaskan bahwa pelanggaran pemilu, sekecil apa pun, berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan. Oleh karena itu, Bawaslu terus mendorong langkah pencegahan dan penanganan pelanggaran secara cepat, tegas, dan proporsional.

“Pelanggaran pemilu tidak hanya merugikan peserta tertentu, tetapi juga merusak legitimasi demokrasi. Karena itu, kami menempatkan pencegahan sebagai langkah utama sebelum penindakan dilakukan,” ujarnya.

Dorong Pengawasan Partisipatif Sebagai Pilar Demokrasi

Dalam kesempatan itu, Rachmat juga menegaskan pentingnya pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat luas, terutama generasi muda dan pemilih pemula. Ia menilai, kesadaran masyarakat untuk melaporkan pelanggaran merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keadilan pemilu.

“Bawaslu tidak bisa berdiri sendiri. Masyarakat adalah mitra utama dalam pengawasan. Semakin tinggi partisipasi publik, semakin kuat kualitas demokrasi yang kita bangun,” jelasnya.

Rachmat mengapresiasi antusiasme peserta podcast, terutama dari kalangan pemilih muda, yang menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu demokrasi dan transparansi penyelenggaraan pemilu di Tulang Bawang.

“Generasi muda harus melek politik dan hukum pemilu. Mereka bukan hanya pemilih, tapi juga penjaga masa depan demokrasi,” tambahnya.

Podcast Jadi Media Edukasi Demokrasi di Tulang Bawang

Kegiatan podcast ini menjadi salah satu inovasi KPU Tulang Bawang dalam membangun ruang komunikasi publik yang edukatif dan terbuka. Kolaborasi bersama Bawaslu diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai mekanisme penegakan hukum pemilu serta peran pengawasan di tingkat daerah.

Menurut Rachmat, inisiatif semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran politik masyarakat. Diskusi yang terbuka dan berbasis edukasi dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman di lapangan.

“Podcast ini bukan hanya ajang berbagi informasi, tetapi juga wadah membangun kepercayaan publik. Edukasi politik harus terus dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan mudah diakses masyarakat,” tutur Rachmat.

Apresiasi untuk Kolaborasi Antar Penyelenggara

Menutup sesi, Bawaslu Tulang Bawang menyampaikan apresiasi terhadap KPU Tulang Bawang atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjadi sarana komunikasi strategis antar lembaga. Kolaborasi seperti ini, menurut Rachmat, merupakan wujud nyata komitmen penyelenggara pemilu dalam membangun demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah KPU Tulang Bawang yang terus membuka ruang dialog. Sinergi ini penting agar pelaksanaan pemilu ke depan semakin transparan, tertib, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas