Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Tulang Bawang Jadi Narasumber Podcast KPU, Bahas Sinergi Pengawasan dan Penyelenggaraan Pemilu yang Berintegritas

c

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, tampil sebagai narasumber dalam podcast yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, pada Senin (25/08).

Menggala — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, tampil sebagai narasumber dalam podcast yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, pada Senin (25/08). Dalam sesi tersebut, Inda membahas secara mendalam mengenai tugas, fungsi, serta peran strategis Bawaslu dalam mengawasi tahapan Pemilu dan Pilkada agar berjalan dengan adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Podcast yang berlangsung santai namun sarat makna ini mengangkat tema “Sinergi Pengawasan dan Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Tulang Bawang”. Dalam pembukaannya, Ketua Bawaslu memperkenalkan profil diri sekaligus menjelaskan dinamika kerja lembaga pengawas pemilu di daerah yang memiliki karakter geografis dan sosial budaya yang unik seperti Tulang Bawang.

Dalam penjelasannya, Inda Fiska Mahendro menegaskan bahwa Bawaslu memiliki mandat utama untuk memastikan setiap tahapan Pemilu dan Pilkada berjalan sesuai regulasi, mulai dari proses pemutakhiran data pemilih hingga rekapitulasi hasil penghitungan suara.

“Bawaslu hadir untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu berjalan sesuai aturan. Kami bekerja untuk mencegah, mengawasi, dan menindak setiap potensi pelanggaran agar demokrasi di Tulang Bawang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bawaslu tidak hanya berperan dalam fungsi pengawasan, tetapi juga sebagai lembaga yang menjamin hak politik warga negara agar tidak terabaikan. Dengan mengusung tagline “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu,” pihaknya berkomitmen menjaga keadilan dalam setiap aspek penyelenggaraan pemilihan.

Lebih lanjut, Inda menjelaskan bahwa seluruh jajaran Bawaslu Tulang Bawang berpegang pada prinsip independensi, imparsialitas, transparansi, profesionalitas, dan keadilan dalam melaksanakan tugas pengawasan. Prinsip-prinsip tersebut, menurutnya, merupakan fondasi moral dan etika bagi setiap pengawas pemilu.

“Kami menempatkan independensi dan keadilan sebagai nilai utama. Pengawas pemilu harus bekerja tanpa tekanan, berpihak pada kebenaran, dan menjaga kepercayaan publik terhadap integritas proses demokrasi,” jelasnya.

Inda juga menuturkan pengalaman menarik di lapangan, terutama ketika Bawaslu bersama KPU menghadapi tantangan geografis dan sosial di Tulang Bawang. Ia menyebutkan bahwa sejumlah wilayah seperti Sungai Burung hanya bisa dijangkau menggunakan perahu, yang menuntut kerja ekstra dan koordinasi yang kuat antar penyelenggara.

“Letak geografis Tulang Bawang yang terdiri dari wilayah daratan dan perairan menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan komunikasi yang baik, koordinasi antar lembaga tetap terjaga sehingga tugas pengawasan dan penyelenggaraan bisa berjalan efektif,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Inda juga menyoroti pentingnya hubungan sinergis antara KPU dan Bawaslu sebagai dua lembaga penyelenggara pemilu. Ia mengakui, perbedaan pandangan terkadang muncul, namun justru menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat jika dikelola dengan komunikasi terbuka.

“Soliditas antara KPU dan Bawaslu sangat penting. Perbedaan pandangan tentu ada, tapi yang paling utama adalah bagaimana kita menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik. Dari situ justru muncul saling pengertian dan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu,” tutur Inda Fiska.

Ia menegaskan, koordinasi teknis antar lembaga penyelenggara harus terus diperkuat untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Koordinasi teknis adalah kunci keberhasilan. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa lebih cepat menyelesaikan masalah di lapangan, mencegah potensi pelanggaran, dan memastikan pemilu berlangsung aman serta demokratis,” tegasnya.

Di akhir sesi, Ketua Bawaslu Tulang Bawang menyampaikan harapan agar kegiatan seperti podcast dapat menjadi media edukasi publik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi. Ia menilai keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari pengawasan partisipatif yang menjadi roh kerja Bawaslu.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin masyarakat semakin memahami peran Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Dengan meningkatnya kesadaran publik, kita bisa bersama-sama menjaga integritas demokrasi di Tulang Bawang,” tutupnya.

Podcast yang digelar oleh KPU Tulang Bawang ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif antar lembaga sekaligus sarana komunikasi publik yang efektif. Melalui sinergi yang baik antara penyelenggara dan pengawas, demokrasi di Kabupaten Tulang Bawang diharapkan semakin kuat, inklusif, dan berintegritas.

Editor: Bambang AP
Foto: Amin Huda