Ketua Bawaslu Tulang Bawang Inda Fiska Mahendro Sambut Positif Pernyataan Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda: "Pengawasan Pemilu adalah Tanggung Jawab Bersama"
|
Tulang Bawang – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, memberikan tanggapan positif atas pernyataan Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda, yang menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Herwyn dalam kegiatan nasional Bawaslu pada Jumat, (11/07), dan langsung menjadi perhatian berbagai kalangan pengawas pemilu di tingkat daerah, termasuk Bawaslu Tulang Bawang.
"Pernyataan Pak Herwyn sangat tepat dan mencerminkan semangat demokrasi yang sejati. Pemilu yang adil dan demokratis tidak mungkin tercapai jika hanya dibebankan pada satu lembaga saja. Semua pihak, terutama masyarakat, harus ikut terlibat aktif dalam pengawasan," ujar Inda Fiska Mahendro dalam keterangannya, Sabtu (12/07).
Masyarakat Adalah Kekuatan Utama dalam Pengawasan Pemilu
Inda Fiska menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu merupakan elemen kunci yang tak tergantikan. Menurutnya, masyarakat adalah pihak yang paling dekat dengan realitas di lapangan dan berperan sebagai mata dan telinga demokrasi.
"Kami di Bawaslu hanya memiliki jumlah personel yang terbatas, sementara wilayah pengawasan sangat luas. Keterlibatan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mendeteksi dan mencegah pelanggaran pemilu," ungkapnya.
Lebih lanjut, Inda menyatakan bahwa pelibatan masyarakat tidak hanya sekadar formalitas, tetapi harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan melalui pendidikan politik, sosialisasi, dan pembentukan kader-kader pengawasan pemilu di tingkat akar rumput.
Menanamkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini
Dalam rangka mendorong pengawasan partisipatif, Bawaslu Tulang Bawang telah menjalankan sejumlah program seperti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), desa sadar pemilu, serta kerja sama dengan organisasi masyarakat dan pelajar. Program-program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai pengawasan dan kesadaran demokrasi sejak dini.
"Kami tidak hanya ingin masyarakat aktif saat hari pemungutan suara saja. Tapi kami ingin masyarakat paham, kritis, dan peduli terhadap seluruh proses pemilu, mulai dari tahapan pencalonan, kampanye, sampai rekapitulasi suara," jelas Inda Fiska.
Ia menambahkan, membangun partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu adalah proses jangka panjang yang perlu dipupuk dengan sabar dan konsisten. Hal ini sejalan dengan semangat yang disampaikan oleh Bawaslu RI bahwa demokrasi yang sehat lahir dari keterlibatan publik yang aktif dan bertanggung jawab.
Sinergi Antar Lembaga dan Komunitas Diperkuat
Selain mengandalkan masyarakat, Ketua Bawaslu Tulang Bawang juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemilu, organisasi masyarakat sipil, media massa, dan pemerintah daerah dalam menciptakan pemilu yang berkualitas. Ia menyebut, peran media lokal sangat penting dalam mengedukasi masyarakat dan memperkuat pengawasan publik.
"Kita harus bekerja bersama. Mulai dari tokoh agama, tokoh adat, guru, hingga aktivis muda harus dilibatkan. Pengawasan pemilu akan lebih efektif jika menjadi gerakan kolektif, bukan hanya kerja segelintir orang," tambahnya.
Menjaga Netralitas dan Integritas Pemilu 2024
Menjelang Pilkada Serentak 2024 yang akan datang, Inda Fiska Mahendro menyatakan bahwa Bawaslu Tulang Bawang semakin memperkuat infrastruktur pengawasan di lapangan, termasuk pelatihan pengawas ad hoc, pemetaan potensi kerawanan, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.
Namun, ia kembali menekankan bahwa keberhasilan pengawasan tidak akan maksimal tanpa dukungan dari masyarakat. Ia berharap semangat yang digaungkan oleh Herwyn JH Malonda dapat diterjemahkan dalam gerakan nyata di setiap daerah, termasuk Tulang Bawang.
"Netralitas, kejujuran, dan integritas hanya bisa dijaga jika kita semua—masyarakat, penyelenggara, peserta pemilu, dan pengawas—berada dalam satu barisan yang sama, yaitu menjaga demokrasi," tegasnya.
Harapan untuk Masa Depan Demokrasi Lokal
Mengakhiri keterangannya, Inda Fiska menyampaikan harapannya agar pemilu di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang, dapat menjadi pemilu yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan. Ia meyakini bahwa ketika masyarakat merasa menjadi bagian dari proses demokrasi, maka kepercayaan publik terhadap hasil pemilu akan semakin meningkat.
"Pernyataan Pak Herwyn adalah pengingat bahwa demokrasi bukan hanya urusan Bawaslu. Ini adalah milik kita bersama. Dan jika kita merawatnya bersama-sama, maka pemilu bukan hanya akan berjalan sukses secara teknis, tapi juga bermartabat secara substansi," pungkas Ketua Bawaslu Tulang Bawang itu.
Editor : Bambang AP
Foto : Humas Bawaslu RI