Lompat ke isi utama

Berita

Inda Fiska Mahendro: Evaluasi Kelembagaan Kunci Penguatan Integritas Pengawas Pemilu

d

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, pada Selasa (04/11), di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung.

Bandar Lampung — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, pada Selasa (04/11), di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung. Ia menegaskan bahwa kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Lampung merupakan langkah penting dalam membangun sinergi, profesionalitas, dan efektivitas kelembagaan pengawas pemilu di seluruh wilayah Lampung.

Menurutnya, evaluasi kelembagaan bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan momentum refleksi bagi seluruh jajaran Bawaslu di tingkat daerah untuk menilai capaian, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat tata kelola organisasi agar semakin adaptif terhadap tantangan demokrasi.

“Bagi kami di Bawaslu Tulang Bawang, kegiatan evaluasi kelembagaan adalah proses penting untuk menumbuhkan budaya kerja yang berintegritas dan kolaboratif. Melalui evaluasi, kita bisa melihat sejauh mana program pengawasan berjalan efektif dan sesuai dengan prinsip akuntabilitas publik,” ujar Inda setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Inda Fiska menjelaskan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu di Provinsi Lampung sangat bergantung pada kekuatan koordinasi dan konsistensi antar Bawaslu Kabupaten/Kota. Ia menilai kegiatan evaluasi yang diprakarsai Bawaslu Provinsi menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, membangun kolaborasi, dan saling berbagi praktik baik antar daerah.

“Sinergi kelembagaan menjadi kunci utama bagi pengawasan yang kuat. Kami di Tulang Bawang berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas kabupaten/kota agar pelaksanaan pengawasan dapat berjalan searah, cepat, dan saling mendukung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Inda menambahkan bahwa setiap jajaran pengawas, baik di tingkat sekretariat maupun divisi teknis, perlu memiliki semangat belajar dan inovasi agar Bawaslu di daerah tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga mampu menjadi pusat edukasi demokrasi bagi masyarakat. Ketua Bawaslu Tulang Bawang ini juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan harus berjalan seimbang antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi manajemen kelembagaan, dan pembentukan budaya organisasi yang adaptif.

“Kelembagaan yang kuat bukan hanya diukur dari struktur organisasi, tetapi dari kemampuan kita untuk beradaptasi dengan perubahan, memanfaatkan teknologi, dan membangun kepercayaan publik. Itulah arah penguatan yang ingin terus kami dorong,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pembinaan dan pendampingan dari Bawaslu Provinsi Lampung memiliki peran penting dalam memastikan konsistensi dan profesionalitas lembaga pengawas di tingkat kabupaten/kota, terutama menjelang tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilu mendatang. Menutup pernyataannya, Inda Fiska menegaskan bahwa Bawaslu Tulang Bawang siap menjadi bagian dari transformasi kelembagaan pengawas pemilu yang modern dan berintegritas. Ia berharap hasil dari evaluasi kelembagaan kali ini dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki sistem kerja, memperkuat koordinasi internal, serta meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengawasan.

“Kami berkomitmen untuk terus membangun kelembagaan yang adaptif, responsif, dan inovatif. Sinergi antara Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota akan menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Lampung,” pungkasnya.

s

Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas Bawaslu Lampung

Tag
Evaluasi Kelembagaan
Penguatan Kelembagaan
Bawaslu Lampung
Bawaslu Tulang Bawang