Lompat ke isi utama

Berita

Inda Fiska Dorong Edukasi Kepemiluan Berakar pada Kearifan Lokal

S

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, mengikuti Literasi Pojok Pengawasan Volume 22 yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (19/10).

Tulang Bawang - Pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai penting untuk memperkuat efektivitas pendidikan kepemiluan di tengah masyarakat. Pandangan tersebut menjadi salah satu perhatian Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang setelah mengikuti Literasi Pojok Pengawasan Volume 22 secara daring, Senin (19/10).

Diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, kegiatan bertema “Dialektika Jawa–Papua: Role Model Forum Warga dalam Bingkai Kearifan Lokal” mempertemukan pengalaman pengawasan partisipatif dari sejumlah daerah. Forum tersebut membahas bagaimana Forum Warga dapat dikembangkan dengan memperhatikan perbedaan budaya, kebiasaan, dan kondisi sosial masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, berpandangan bahwa strategi pendidikan politik perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat yang menjadi sasaran. Menurutnya, pesan kepemiluan akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan melalui cara komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

“Kearifan lokal perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi edukasi kepemiluan. Pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat diharapkan dapat memperkuat pemahaman demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam pengawasan pemilu,” kata Inda.

Ia menjelaskan bahwa penyampaian informasi yang seragam belum tentu memberikan dampak yang sama di setiap lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebiasaan dan persoalan lokal dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam merancang kegiatan pencegahan yang lebih relevan.

Dalam forum tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa metode Forum Warga dapat berbeda sesuai kultur dan kondisi sosial di masing-masing wilayah. Ketua Bawaslu Provinsi Papua Selatan, Marman, juga berharap pertukaran pengalaman antardaerah dapat mendukung kemajuan demokrasi di Jawa Tengah dan Papua Selatan.

Bagi Inda, pembelajaran lintas wilayah tersebut menunjukkan bahwa penguatan pengawasan partisipatif memerlukan keterbukaan terhadap berbagai metode yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Forum Warga dapat menjadi salah satu pilihan untuk menghubungkan pendidikan politik dengan pengalaman konkret yang dihadapi warga," jelas Inda.

Melalui pengembangan pendekatan berbasis kearifan lokal, Bawaslu diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepemiluan dan membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pencegahan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga integritas demokrasi.

H

 

h

 

d

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Pojok
Pengawasan