Lompat ke isi utama

Berita

Herwyn Malonda: Pengawas Pemilu Harus Adaptif Hadapi Era Kecerdasan AI

s

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat sekaligus Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda, memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Jajaran Bawaslu yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, pada Senin (24/11).

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Jajaran Bawaslu yang dilaksanakan pada Senin (24/11). Kegiatan ini digelar oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI bekerja sama dengan Generation Girl, dan berlangsung secara daring melalui zoom meeting.

Pelatihan tersebut merupakan upaya Bawaslu RI dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu, terutama menghadapi tantangan pengawasan di era digital menjelang Pemilu 2029.

Kegiatan dibuka langsung oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat sekaligus Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda. Dalam arahannya, Herwyn menegaskan bahwa Bawaslu adalah lembaga yang hadir untuk mengawal demokrasi dan menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.

“Bawaslu adalah lembaga penjaga demokrasi. Di era digital seperti saat ini, tugas pengawasan tidak lagi bisa dilakukan secara analog. Seluruh jajaran pengawas harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ujar Herwyn.

Ia menekankan bahwa transformasi digital memang penting, namun tetap harus dibarengi dengan nilai etika dan kepekaan dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Teknologi adalah alat, tetapi nurani dan etika tetap menjadi fondasi. Dalam penggunaan AI, integritas harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Herwyn juga mengingatkan bahwa meskipun AI menawarkan kecepatan dan efisiensi, pengawas pemilu tetap harus memastikan validasi, akurasi, dan legitimasi data pengawasan.

“Dalam menyikapi perkembangan kecerdasan buatan, jajaran Bawaslu di provinsi maupun kabupaten/kota harus tetap menjaga kualitas data. Validasi adalah kunci agar hasil pengawasan tetap dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal mendorong transformasi digital dalam ekosistem pengawasan pemilu, sekaligus memperkuat kapasitas jajaran Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang dalam menjawab tantangan teknologi menuju Pemilu 2029.

t

 

t

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Adaptif
Artificial Intelligence
Herwyn J.H. Malonda
Integritas
Bawaslu RI