Harlah ke-76 Fatayat NU, Kausar Sangjaya: Peran Perempuan Menguatkan Tata Kelola Kelembagaan
|
Tulang Bawang — Peringatan hari lahir ke-76 Fatayat NU menjadi momentum bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang untuk menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan yang profesional dan berintegritas. Mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, peringatan ini tidak hanya dimaknai sebagai refleksi perjalanan organisasi perempuan, tetapi juga sebagai inspirasi dalam membangun sistem kerja yang tertib, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Mohammad Kausar Sangjaya, menilai bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam memperkuat kinerja kelembagaan, khususnya dalam aspek administrasi dan manajemen organisasi.
“Perempuan memiliki ketelitian, kedisiplinan, dan komitmen yang tinggi dalam menjalankan tugas. Ini menjadi kekuatan dalam mendukung tata kelola kelembagaan yang baik,” ujar Kausar saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Jumat (24/04).
Ia menjelaskan bahwa peran perempuan dalam kesekretariatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan keberlangsungan sistem kerja yang efektif.
“Kesekretariatan adalah tulang punggung organisasi. Dengan peran aktif perempuan, proses administrasi, perencanaan, hingga pelaporan dapat berjalan lebih tertib dan terukur,” jelasnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang diusung oleh Fatayat NU sejalan dengan kebutuhan penguatan internal lembaga, terutama dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil.
“Semangat berdaya dan berdampak yang dimiliki Fatayat NU menjadi inspirasi dalam membangun budaya kerja yang produktif dan saling mendukung,” tambahnya.
Kausar juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, dalam menghadapi tantangan kelembagaan ke depan.
“Penguatan kapasitas SDM, termasuk perempuan, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kinerja lembaga. Dengan SDM yang kompeten, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” tegasnya.
Ia berharap momentum hari lahir ke-76 Fatayat NU dapat semakin mendorong perempuan untuk terus berkontribusi aktif dalam berbagai sektor, termasuk dalam penguatan kelembagaan.
“Perempuan tidak hanya berperan, tetapi juga menjadi penggerak dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan kerja maupun masyarakat,” tutupnya.
Melalui sudut pandang tata kelola kelembagaan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa peran perempuan merupakan bagian penting dalam mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, dan responsif dalam melayani masyarakat.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP