Hari Desa Nasional 2026, Bawaslu Tulang Bawang Tegaskan Peran Strategis Desa dalam Penguatan Demokrasi
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026 dengan tema “Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”. Momentum ini dimaknai sebagai penguatan peran desa tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga sebagai fondasi utama demokrasi yang berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sejak akar rumput. Menurutnya, proses demokrasi yang kuat harus dimulai dari desa yang sadar hukum, partisipatif, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.
“Desa adalah titik awal demokrasi berjalan. Ketika desa kuat dan masyarakatnya memiliki kesadaran berdemokrasi yang baik, maka kualitas Pemilu dan kepercayaan publik terhadap hasilnya akan semakin meningkat,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Kamis (15/01).
Ia menambahkan, Bawaslu terus berkomitmen mendekatkan fungsi pengawasan kepada masyarakat desa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, agar pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi juga gerakan bersama.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa tema Hari Desa Nasional sejalan dengan upaya Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif berbasis masyarakat desa.
“Pembangunan desa yang berkelanjutan harus dibarengi dengan peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan. Masyarakat desa memiliki peran penting sebagai subjek pengawasan untuk mencegah pelanggaran sejak dini,” kata Desi.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat desa dalam pengawasan Pemilu akan memperkuat pencegahan, memperkecil potensi konflik, serta menjaga stabilitas demokrasi di tingkat lokal.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, A. Rachmat Lihusnu, menekankan bahwa desa yang sadar hukum Pemilu akan membantu meminimalkan terjadinya pelanggaran dan sengketa Pemilu.
“Banyak persoalan Pemilu bermula dari kurangnya pemahaman di tingkat bawah. Jika desa teredukasi dengan baik, potensi pelanggaran dan sengketa dapat ditekan sejak awal,” jelas Rachmat.
Ia berharap peringatan Hari Desa Nasional 2026 dapat menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia dimulai dari desa yang tertib administrasi, sadar hukum, dan aktif menjaga demokrasi.
Melalui momentum ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang mengajak seluruh elemen masyarakat desa untuk terus bersinergi dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas demi Indonesia yang demokratis dan maju.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP