Lompat ke isi utama

Berita

Dirgahayu ke-74 Kopassus, Inda Fiska Mahendro Tekankan Strategi Pencegahan dalam Pengawasan Demokrasi

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang

Tulang Bawang — Peringatan HUT ke-74 Kopassus dimaknai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang dari sudut pandang strategi pencegahan yang senyap namun berdampak, sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Nilai “Garda Senyap Untuk Negeri” yang diusung Komando Pasukan Khusus dinilai relevan dengan pendekatan pengawasan pemilu yang tidak selalu terlihat di permukaan, namun memiliki peran krusial dalam mencegah terjadinya pelanggaran sejak dini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menegaskan bahwa pengawasan modern tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada strategi pencegahan yang efektif dan terukur.

“Pengawasan tidak harus selalu terlihat mencolok. Justru melalui pendekatan yang terukur dan senyap, potensi pelanggaran dapat dicegah sebelum terjadi,” ujar Inda saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Kamis (16/04).

Ia menjelaskan bahwa pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga integritas proses demokrasi.

“Ketika pencegahan berjalan dengan baik, maka pelanggaran dapat diminimalisir. Ini akan berdampak langsung pada kualitas hasil demokrasi yang lebih bersih dan berintegritas,” jelasnya.

Inda juga menekankan pentingnya pemetaan potensi kerawanan sebagai bagian dari strategi pengawasan.

“Kita harus mampu membaca situasi, mengidentifikasi potensi pelanggaran, dan mengambil langkah antisipatif secara tepat. Ini membutuhkan ketelitian dan kesiapsiagaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pendekatan pengawasan yang senyap bukan berarti pasif, melainkan aktif dalam membangun kesadaran dan sistem yang kuat.

“Pengawasan senyap berarti bekerja secara sistematis, membangun koordinasi, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat tanpa harus selalu bersifat reaktif,” tambahnya.

Menurutnya, nilai ketangguhan dan kecermatan yang dimiliki Kopassus dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan strategi pengawasan yang adaptif.

“Kita perlu mengedepankan kecermatan dan kecepatan dalam bertindak, agar setiap potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak awal,” ujarnya.

Inda juga menegaskan komitmen Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang untuk terus mengedepankan pencegahan dalam setiap tahapan pengawasan.

“Dengan pengawasan yang terukur dan strategi pencegahan yang kuat, kami memastikan setiap gagasan dan suara rakyat tetap terjaga dalam proses demokrasi,” tutupnya.

Dengan sudut pandang strategi pencegahan, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa pengawasan yang efektif tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada kemampuan membaca situasi dan mencegah pelanggaran secara dini demi menjaga demokrasi yang berintegritas.

Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP

Tag
Dirgahayu ke-74 Kopassus
Inda Fiska Mahendro
Strategi Pencegahan
Pengawasan Demokrasi