Desi Triyana Tekankan Pencegahan dan Partisipasi Publik dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada Tulang Bawang 2024
|
Tulang Bawang — Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HPPH) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan dan pengawasan partisipatif dalam menghadapi potensi perselisihan hasil pemilihan (PHP) Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang Tahun 2024.
Hal tersebut disampaikan Desi saat menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Persiapan Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang Tahun 2024” yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang, Sabtu (04/01), di Aula Kantor KPU Tulang Bawang.
FGD tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu Tulang Bawang Inda Fiska Mahendro sebagai narasumber, serta diikuti jajaran KPU, Bawaslu, aparat penegak hukum, dan perwakilan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Desi Triyana menekankan bahwa pengawasan yang efektif bukan hanya dilakukan ketika terjadi pelanggaran atau sengketa, tetapi harus dimulai sejak tahapan awal dengan mengedepankan strategi pencegahan.
“Bawaslu berkomitmen mengedepankan pendekatan pencegahan agar potensi sengketa bisa diminimalisir sejak dini. Setiap tahapan pemilihan harus dikawal dengan ketelitian, keterbukaan, dan koordinasi yang baik antara KPU, Bawaslu, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Desi.
Ia menegaskan, kesiapan penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten dan kecamatan dalam memahami regulasi serta mekanisme penyelesaian sengketa sangat penting agar proses Pilkada berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
“Pencegahan adalah bentuk pengawasan paling efektif. Jika semua pihak bekerja sesuai koridor hukum dan memahami tanggung jawabnya, maka kemungkinan terjadinya sengketa hasil bisa ditekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desi Triyana mengajak masyarakat Tulang Bawang untuk turut aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilihan kepala daerah. Menurutnya, partisipasi publik merupakan bagian penting dari sistem demokrasi yang sehat dan transparan.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya Pilkada. Keterlibatan warga menjadi bagian dari kontrol sosial agar proses pemilihan berjalan jujur dan adil,” tegas Desi.
Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu Tulang Bawang terus berupaya memperluas jangkauan pengawasan partisipatif, antara lain melalui kegiatan sosialisasi, pendidikan pemilih, serta pelibatan tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.
“Dengan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, pengawasan akan semakin kuat. Ini bukan hanya tugas Bawaslu, tapi tanggung jawab bersama dalam menjaga integritas demokrasi,” ujarnya.
Desi menilai kegiatan FGD yang diselenggarakan KPU Tulang Bawang merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara dan pengawas pemilu. Melalui forum ini, para peserta dapat memahami dengan lebih baik tata cara penyelesaian sengketa, mulai dari pengumpulan bukti, penyusunan laporan, hingga proses di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami mengapresiasi inisiatif KPU menggelar FGD ini. Forum seperti ini bukan hanya ajang koordinasi, tetapi juga ruang edukasi bagi penyelenggara dan pengawas agar memahami secara teknis dan yuridis proses penyelesaian sengketa hasil pemilihan,” kata Desi.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik juga menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan. Semua proses, kata Desi, harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Menutup pernyataannya, Desi Triyana menegaskan bahwa Bawaslu Tulang Bawang siap mengawal seluruh tahapan Pilkada 2024 dengan prinsip profesionalitas dan integritas tinggi. Ia menyebut, komitmen lembaga pengawas pemilu tidak hanya berhenti pada pengawasan, tetapi juga pada pembentukan budaya demokrasi yang partisipatif.
“Kami akan terus mengawal proses pemilihan hingga tahap penetapan hasil. Tujuan kami satu, memastikan bahwa suara rakyat benar-benar menjadi cerminan kehendak rakyat. Bawaslu hadir untuk memastikan proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” pungkas Desi Triyana.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP