Desi Triyana: Pencegahan Kunci Demokrasi Berkualitas di Pilkada 2024
|
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang secara resmi menyerahkan laporan pencegahan pada tahapan Pemilihan Serentak 2024 kepada Bawaslu Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (14/01). Penyerahan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Tulang Bawang dalam memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber dan Jurdil).
Laporan tersebut memuat upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan selama tahapan pencocokan dan penelitian (coklit), pembentukan badan adhoc, hingga masa sosialisasi awal pasangan bakal calon.
Anggota Bawaslu Tulang Bawang, Desi Triyana, menyatakan bahwa penyerahan laporan ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab kelembagaan dalam menjalankan fungsi pengawasan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif.
“Pencegahan merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas demokrasi lokal. Kami tidak hanya bertindak saat terjadi pelanggaran, tetapi juga bekerja sejak dini agar potensi pelanggaran bisa diminimalisir. Laporan ini kami sampaikan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik dan Bawaslu RI,” ujar Desi Triyana usai penyerahan laporan di Gedung Bawaslu RI, Jakarta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Bawaslu Tulang Bawang telah melakukan berbagai langkah strategis seperti pendidikan politik kepada pemilih pemula, pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sipil, serta penguatan kapasitas pengawas kecamatan dan desa.
“Kami berharap laporan ini menjadi bahan evaluasi bersama, sekaligus penguatan untuk strategi pencegahan yang lebih baik pada tahapan berikutnya,” tambah Desi.
Laporan tersebut diterima langsung oleh perwakilan Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu RI, yang mengapresiasi langkah cepat dan kolaboratif dari jajaran Bawaslu di tingkat kabupaten.
Bawaslu Tulang Bawang akan terus melakukan evaluasi dan penguatan strategi pencegahan menjelang tahapan penetapan pasangan calon dan masa kampanye, yang diprediksi menjadi fase krusial dalam pengawasan.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP