Desi Triyana: Masyarakat Harus Aktif Awasi PDPB
|
Tulang Bawang — Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawasi tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang saat ini tengah berlangsung. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka memastikan kualitas dan validitas daftar pemilih sebagai pondasi utama terselenggaranya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
Dalam keterangannya di Kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Kantor KPU Kabupaten Tulang Bawang pada Jumat, (23/05), Desi Triyana menegaskan bahwa tahapan pemutakhiran data pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu semata, melainkan juga memerlukan partisipasi masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial yang konstruktif.
“Kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas daftar pemilih. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat Tulang Bawang untuk bersama-sama mengawasi proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini. Jangan ragu untuk melaporkan jika ada data yang tidak sesuai, pemilih yang tidak memenuhi syarat, atau potensi penyimpangan lainnya,” ujar Desi.
Ia menjelaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan proses rutin yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan pengawasan melekat dari Bawaslu. Proses ini mencakup pencocokan dan penelitian data pemilih, pembersihan data ganda, serta pencatatan pemilih baru dan pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat, seperti karena pindah domisili, meninggal dunia, atau status hukum tertentu.
Desi menekankan pentingnya prinsip transparansi dan partisipasi publik dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap pasif terhadap proses pemutakhiran data, karena hasil dari proses ini akan menentukan siapa saja yang berhak menggunakan hak pilih dalam pemilu mendatang.
“Jangan sampai ada warga yang sebenarnya berhak memilih justru tidak tercantum dalam daftar pemilih. Atau sebaliknya, ada data pemilih yang bermasalah tetapi tetap dimasukkan. Ini bisa mencederai integritas pemilu,” imbuhnya.
Bawaslu Tulang Bawang sendiri terus melakukan koordinasi intensif dengan KPU kabupaten, serta membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan masukan atau keberatan terkait daftar pemilih.
Sebagai bagian dari strategi pengawasan partisipatif, Bawaslu Tulang Bawang juga menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk ikut serta dalam pemantauan proses pemutakhiran data pemilih. Desi Triyana percaya, kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat akan menciptakan proses pemilu yang lebih kredibel dan akuntabel.
“Kami percaya, demokrasi yang sehat lahir dari keterlibatan semua pihak. Mari kita jadikan pengawasan ini sebagai tanggung jawab bersama demi terwujudnya pemilu yang berkualitas,” tegas Desi.
Tidak lupa, Desi juga mengajak generasi muda, khususnya pemilih pemula di Tulang Bawang, untuk lebih peduli terhadap isu-isu kepemiluan. Ia menilai, keterlibatan aktif anak muda dalam pengawasan pemilu akan menjadi energi positif dalam menciptakan demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Anak muda jangan hanya jadi objek, tapi juga harus jadi subjek dalam demokrasi. Salah satunya dengan ikut memastikan data pemilih di lingkungan sekitarnya valid dan akurat,” pungkasnya.
Dengan tahapan pemilu yang terus bergulir, Bawaslu Tulang Bawang berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran serta dalam setiap proses demokrasi, termasuk dalam hal sekilas teknis namun krusial seperti pemutakhiran data pemilih.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP