Lompat ke isi utama

Berita

Desi Triyana Apresiasi Bedah Buku “Srikandi Mengawasi” oleh Bawaslu RI

d

Sumber Gambar: Instagram Bawaslu RI

Tulang Bawang – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan bedah buku “Srikandi Mengawasi” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia secara daring melalui siaran langsung di akun Instagram resmi Bawaslu RI, Kamis (03/07).

Dalam kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, buku Srikandi Mengawasi dibedah sebagai upaya mendokumentasikan dan mengapresiasi kontribusi perempuan dalam pengawasan pemilu di Indonesia. Buku tersebut memuat kisah-kisah inspiratif perempuan pengawas pemilu dari berbagai daerah, termasuk tantangan yang mereka hadapi dan peran strategis mereka dalam menjaga integritas demokrasi.

Desi Triyana menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk penghargaan yang luar biasa terhadap kerja-kerja pengawasan yang selama ini juga dilakukan oleh perempuan.

“Saya mengapresiasi langkah Bawaslu RI yang telah menghadirkan buku ini sebagai bentuk pengakuan terhadap peran penting perempuan dalam pengawasan pemilu. Buku ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perempuan bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi,” ujar Desi Triyana dalam keterangannya usai mengikuti siaran langsung tersebut.

Menurutnya, peluncuran dan bedah buku secara daring ini menjadi salah satu cara efektif untuk menjangkau publik luas, khususnya generasi muda, agar lebih memahami peran pengawas pemilu, sekaligus mendorong keterlibatan perempuan dalam proses demokrasi.

“Kisah-kisah dalam buku ini menunjukkan bahwa menjadi pengawas pemilu bukanlah tugas yang mudah, apalagi bagi perempuan yang juga harus menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan sosial. Namun mereka mampu membuktikan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi,” tambahnya.

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Bawaslu RI dan kontributor buku, serta disaksikan oleh ratusan penonton yang mengikuti secara langsung melalui siaran Instagram. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi dan motivasi bagi perempuan lainnya untuk aktif berperan dalam pengawasan pemilu di masa mendatang.

Desi Triyana menutup dengan harapan agar buku Srikandi Mengawasi tidak hanya menjadi dokumen sejarah, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran di berbagai tingkatan, baik bagi penyelenggara pemilu maupun masyarakat umum.

“Semoga buku ini bisa dibaca oleh para pelajar, mahasiswa, aktivis, dan siapa saja yang peduli terhadap demokrasi. Karena menjaga pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Editor : Bambang AP
Foto : Humas Bawaslu RI