Lompat ke isi utama

Berita

Cakat Raya Jadi Ruang Edukasi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Tulang Bawang

a

Tarian adat Lampung di salah satu objek wisata Cakat Nyeyek atau Cakat Raya

Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pendekatan pengawasan partisipatif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Wisata Pengawasan yang kali ini dilaksanakan di Wisata Cakat Nyenyek atau Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur.

Destinasi wisata yang merepresentasikan keberagaman budaya di Kabupaten Tulang Bawang ini dipilih sebagai ruang interaksi publik untuk menyampaikan pesan-pesan pengawasan Pemilu secara santai, inklusif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Melalui pendekatan ini, Bawaslu mengajak pengunjung dan masyarakat sekitar untuk menyadari peran penting mereka sebagai bagian dari pengawas demokrasi.

Kecamatan Menggala Timur, berdasarkan data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025, tercatat memiliki 11.297 pemilih, terdiri dari 5.722 pemilih laki-laki dan 5.575 pemilih perempuan, yang tersebar di 27 TPS pada 10 kampung. Data tersebut menunjukkan besarnya potensi partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan kepemiluan.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi kunci utama dalam menciptakan Pemilu yang jujur dan berintegritas.

“Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan Bawaslu. Keterlibatan masyarakat adalah kekuatan utama dalam mencegah pelanggaran dan menjaga hak pilih. Melalui wisata pengawasan, kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam mengawasi demokrasi,” ujar Desi saat dikonfrmasi tim humas di Kantor Bawaslu Tulang Bawang, pada Rabu (14/01).

Ia menjelaskan bahwa ruang publik seperti destinasi wisata merupakan medium yang efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas, karena menghadirkan suasana yang terbuka dan komunikatif.

“Di tempat wisata, masyarakat berkumpul tanpa sekat. Ini menjadi kesempatan bagi Bawaslu untuk berdialog langsung, menyampaikan informasi pengawasan, serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan cara yang menyenangkan,” tambahnya.

Komplek Wisata Cakat Raya sendiri berada di jalur strategis Jalan Lintas Sumatera dan dikenal dengan berbagai miniatur rumah adat dan suku yang ada di Tulang Bawang. Keberagaman tersebut menjadi simbol persatuan, sekaligus pengingat bahwa demokrasi hanya dapat tumbuh kuat apabila dijaga bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui pengawasan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga proses demokrasi agar tetap bersih, adil, dan bermartabat menuju penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas di masa mendatang.

Editor: Bambang AP
Foto: Dinas Kominfo Tulang Bawang

Tag
Cakat Raya
Ruang Edukasi
Pengawasan Partisipatif
Bawaslu Tulang Bawang