Bawaslu Tulang Bawang Siap Sukseskan P2P dan Perkuat Pengawasan PDPB
|
Tulang Bawang, 10 Oktober 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta mempersiapkan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Komitmen tersebut ditegaskan setelah jajaran Bawaslu Tulang Bawang mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan P2P dan Evaluasi Pengawasan PDPB yang digelar Bawaslu Provinsi Lampung secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (10/10).
Rapat ini diikuti oleh seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan membahas tindak lanjut dari hasil konsolidasi data PDPB di Bawaslu RI, termasuk pelaksanaan uji petik terhadap data pemilih untuk memastikan akurasi dan validitasnya.
Dalam arahannya, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, menegaskan bahwa pengawasan PDPB harus dilakukan secara serius, sistematis, dan terukur sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bawaslu RI. Ia menjelaskan, uji petik merupakan langkah penting untuk memastikan validitas data pemilih agar tidak terjadi potensi pemilih ganda, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), maupun pemilih baru yang belum terdaftar.
“Pengawasan PDPB tidak boleh dilakukan secara administratif semata. Kita harus memastikan bahwa data pemilih benar-benar akurat. Melalui uji petik, kita dapat mengukur sejauh mana data di lapangan sesuai dengan laporan KPU,” tegas Hamid.
Ia juga mengingatkan jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota untuk tetap menjaga semangat dan komitmen kerja, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Kinerja pengawasan tidak boleh bergantung pada insentif perjalanan dinas. Kita harus memiliki semangat bahwa perjalanan dinas itu adalah bonus, bukan tujuan utama. Pengawas pemilu adalah pekerja demokrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa Bawaslu Tulang Bawang siap menindaklanjuti arahan Bawaslu Provinsi Lampung terkait penguatan pengawasan PDPB serta pelaksanaan P2P.
“Kami akan terus memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan akurat, transparan, dan sesuai regulasi. Pengawasan PDPB bukan hanya soal teknis, tetapi juga upaya menjaga hak konstitusional warga negara agar setiap pemilih yang berhak dapat terdaftar dengan benar,” ujar Desi.
Lebih lanjut, Desi menekankan pentingnya komitmen pengawas pemilu di tingkat kabupaten untuk terus bekerja profesional meskipun di tengah efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa semangat pengawasan harus didasari pada tanggung jawab moral sebagai pengawal demokrasi, bukan semata pada faktor insentif.
“Semangat kerja harus berangkat dari niat menjaga integritas pemilu. Kita bekerja bukan karena fasilitas, tetapi karena tanggung jawab menjaga hak pilih rakyat,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang akan segera digelar secara nasional, Bawaslu Tulang Bawang menyatakan siap berperan aktif dalam proses rekrutmen dan pendampingan peserta. Menurut Desi, kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“P2P menjadi wadah penting untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Melalui pendidikan ini, kami berharap lahir pengawas-pengawas masyarakat yang kritis, cerdas, dan berintegritas,” jelasnya.
Desi menambahkan, hasil evaluasi PDPB dan pelaksanaan P2P nantinya akan menjadi tolok ukur penguatan kelembagaan serta pengawasan di tingkat daerah.
“Kami di Bawaslu Tulang Bawang akan terus berupaya agar setiap tahapan pengawasan berjalan optimal. Data pemilih yang valid dan partisipasi publik yang kuat adalah fondasi utama mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas,” pungkasnya.
Editor: Bambang AP
Foto: Bambang AP