Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tulang Bawang Sambut Positif Audiensi Bawaslu RI–IMMH UI, Dorong Peran Strategis Akademisi dalam Penguatan Demokrasi

a

Desain Gambar Tim Humas Bawaslu RI

Tulang Bawang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang merespons positif audiensi antara Bawaslu Republik Indonesia dengan Ikatan Mahasiswa Magister Hukum (IMMH) Universitas Indonesia (UI) yang dilaksanakan pada Rabu (14/01). Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas regulasi dan demokrasi pemilu melalui pendekatan akademik.

Dilansir dari laman resmi Bawaslu RI, udiensi tersebut menegaskan pentingnya peran akademisi dalam merespons isu-isu kepemiluan yang terus berkembang di ruang publik. Dinamika perubahan regulasi pemilu dan pengawasan membutuhkan masukan berbasis kajian ilmiah agar kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan berpijak pada kebutuhan masyarakat.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, dalam kesempatan tersebut mendorong kalangan akademisi untuk mengambil peran strategis dalam penguatan regulasi kepemiluan dan peningkatan kualitas demokrasi. Menurutnya, kontribusi pemikiran akademik sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan penyelenggaraan pemilu yang semakin kompleks.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi merupakan elemen penting dalam menjembatani regulasi dengan harapan publik.

“Isu kepemiluan dan arah perubahan regulasi tidak dapat dilepaskan dari kajian akademik. Peran akademisi menjadi sangat strategis untuk memberikan perspektif ilmiah agar regulasi yang dibentuk mampu menjawab kebutuhan demokrasi yang berkembang di masyarakat,” ujar Desi saat dikonfirmasi tim Humas Bawaslu Tulang Bawang, pada Sabtu (17/01).

Desi menambahkan, diskusi yang melibatkan masyarakat dan akademisi merupakan ruang dialog yang penting untuk membangun pemahaman bersama serta memperkuat legitimasi kebijakan kepemiluan.

“Forum diskusi yang inklusif menjadi jembatan antara regulasi dan aspirasi publik. Dengan melibatkan akademisi dan masyarakat, proses penyusunan dan evaluasi regulasi pemilu akan lebih transparan dan partisipatif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Desi menyampaikan bahwa Bawaslu mendorong agar ke depan diskusi kepemiluan dapat melibatkan seluruh unsur penyelenggara pemilu, tidak hanya Bawaslu, tetapi juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Sinergi antarpenyelenggara pemilu dengan akademisi dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat sistem kepemiluan secara menyeluruh, baik dari aspek regulasi, pengawasan, maupun etika penyelenggara,” pungkasnya.

Melalui audiensi dan dialog akademik tersebut, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang berharap kolaborasi antara penyelenggara pemilu, akademisi, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan demokrasi pemilu yang berkualitas, berintegritas, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

A

 

A

Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas Bawaslu RI

Tag
Audiensi Bawaslu RI
IMMH UI
Peran Strategis Akademisi
Penguatan Demokrasi
Bawaslu Tulang Bawang
Desi Triyana