Bawaslu Tulang Bawang Jaga Kepercayaan Publik Lewat Pengawasan Ketat Data Pemilih
|
Tulang Bawang — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menekankan bahwa pengawasan terhadap Pencocokan Terbatas (Coktas) yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Tulang Bawang merupakan langkah strategis yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilu.
Pernyataan tersebut disampaikan Inda bersamaan dengan pelaksanaan pengawasan Coktas di Kecamatan Gedung Meneng, Kamis (13/11). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Pemberitahuan KPU Tulang Bawang Nomor: 147/PL.02.1-SD/1805/2025 dan Surat Tugas Koordinator Sekretariat Bawaslu Nomor: 32/PM.00.02/LA-09/11/2025, yang menugaskan jajaran Bawaslu untuk memastikan keakuratan data warga yang dilaporkan meninggal dunia dalam daftar pemilih. Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Tulang Bawang menurunkan pengawas, Bambang Adi Prayetno, S.E.I., untuk melakukan pemantauan langsung terhadap verifikasi 14 pemilih yang tersebar di enam kampung di Kecamatan Gedung Meneng: Bakung Udik, Gedung Bandar Rejo, Gedung Meneng, Gedung Meneng Baru, Gunung Tapa, dan Gunung Tapa Ilir.
Inda menegaskan bahwa pengawasan data pemilih adalah langkah krusial yang menentukan kualitas penyelenggaraan pemilu sejak tahap paling awal.
“Akurasi data pemilih adalah fondasi dari pemilu yang berintegritas. Kesalahan pencatatan, terutama terkait pemilih meninggal dunia, dapat berdampak pada hak pilih warga dan berpotensi menimbulkan keraguan publik. Karena itu, Bawaslu mengawasi setiap tahap Coktas secara cermat dan objektif,” ujar Inda di Kantor Bawaslu Tulang Bawang.
Ia menambahkan bahwa Bawaslu tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses pemutakhiran data pemilih dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Pengawasan ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah tanggung jawab moral dan kelembagaan kami untuk memastikan daftar pemilih benar-benar sesuai kondisi faktual di lapangan. Keakuratan data akan menentukan legitimasi hasil pemilu ke depan,” ungkapnya.
Inda juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan data pemilih berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan daftar pemilih yang akurat dan inklusif.
“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila menemukan ketidaksesuaian data. Partisipasi publik sangat penting dalam menjaga kualitas daftar pemilih dan mencegah potensi persoalan di tahapan berikutnya,” tutup Inda.
Dengan pelaksanaan pengawasan di Gedung Meneng, Bawaslu Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, transparansi, dan akurasi pada setiap tahapan pemutakhiran data pemilih, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan terpercaya.
Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas Bawaslu Tulang Bawang