Bawaslu Tulang Bawang Hadiri Evaluasi Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Secara Daring
|
Tulang Bawang — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang menghadiri kegiatan “Evaluasi Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah” yang digelar oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara daring, pada Senin (05/05).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Bawaslu dari seluruh Indonesia, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan lembaga terkait lainnya. Evaluasi tersebut bertujuan untuk meninjau pelaksanaan PSU dalam rangka memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prinsip demokrasi dan aturan perundang-undangan.
Evaluasi PSU, Wujud Komitmen terhadap Demokrasi yang Berintegritas
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Inda Fiska Mahendro, menyampaikan bahwa keikutsertaan Bawaslu Tulang Bawang dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga pengawas dalam memperkuat koordinasi antar-instansi penyelenggara pemilu, khususnya dalam evaluasi pelaksanaan PSU.
“Kegiatan evaluasi ini sangat penting sebagai sarana refleksi dan pembelajaran bersama agar ke depan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dapat berjalan lebih baik, transparan, dan berintegritas,” ujar Inda Fiska.
Ia menjelaskan bahwa Bawaslu Tulang Bawang turut menyimak berbagai catatan, tantangan, serta rekomendasi yang disampaikan dalam forum tersebut, termasuk terkait perencanaan teknis, kesiapan logistik, serta langkah pengawasan terhadap pelaksanaan PSU di daerah-daerah.
“Melalui forum evaluasi seperti ini, kami dapat memperkaya perspektif pengawasan dan memperkuat peran Bawaslu di tingkat kabupaten dalam mengantisipasi potensi pelanggaran atau kendala di lapangan,” lanjutnya.
Perkuat Koordinasi Antarlembaga dan Pengawasan Preventif
Lebih lanjut, Inda Fiska menegaskan bahwa hasil dari evaluasi PSU akan menjadi bahan penting bagi jajaran Bawaslu di daerah dalam memperkuat mekanisme pengawasan dan penanganan pelanggaran.
“Salah satu poin penting dari kegiatan ini adalah memperkuat koordinasi antara Bawaslu, KPU, dan pemerintah daerah dalam memastikan setiap tahapan PSU berjalan sesuai regulasi. Kami di daerah akan menjadikan hasil evaluasi ini sebagai acuan dalam menyusun strategi pengawasan yang lebih efektif,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan PSU bukan hanya bersifat represif terhadap pelanggaran, tetapi juga preventif dan edukatif, guna memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami aturan main yang berlaku.
“Kami terus mengedepankan langkah pencegahan dengan meningkatkan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat, peserta pemilihan, dan penyelenggara di tingkat bawah agar pelaksanaan PSU berjalan lancar dan demokratis,” tegasnya.
Bawaslu Dorong Demokrasi yang Berkualitas
Kegiatan evaluasi ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Bawaslu di Indonesia untuk memperkuat tata kelola pengawasan dan meningkatkan kualitas demokrasi di daerah. Dengan keterlibatan aktif dalam forum nasional, Bawaslu Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk selalu adaptif dan responsif terhadap dinamika penyelenggaraan pemilihan di tingkat lokal.
“Bawaslu Tulang Bawang berkomitmen menjaga integritas demokrasi di setiap tahapan, termasuk dalam pelaksanaan PSU. Kami akan terus bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Inda Fiska Mahendro.
Editor: Bambang AP
Foto: Tim Humas