Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Demokrasi Sehat, Desi Triyana Tegaskan Pentingnya Pengawasan Partisipatif Sejak Dini

c

Sumber Gambar: Instagram Bawaslu RI

Tulang Bawang – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Desi Triyana, memberikan respon positif terhadap pernyataan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, yang menekankan pentingnya membangun jiwa pengawasan partisipatif dalam pemilu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lolly Suhenty pada Rabu, (19/06), dalam sebuah kegiatan nasional penguatan kelembagaan pengawas pemilu. Lolly menyampaikan bahwa “jiwa pengawasan partisipatif tidak bisa sekali jadi, tapi harus ditanam dan dirawat agar hasilnya bisa dipetik pada pemilu yang akan datang.”

Desi Triyana menilai bahwa pernyataan tersebut sangat relevan dengan kondisi pengawasan pemilu di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang. Menurutnya, semangat pengawasan partisipatif memang harus dibangun secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya demokrasi masyarakat.

“Apa yang disampaikan oleh Ibu Lolly Suhenty adalah cerminan dari realitas yang kami hadapi di lapangan. Membangun kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu bukan perkara instan. Itu memerlukan proses panjang, pendekatan yang humanis, dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat,” ujar Desi Triyana saat ditemui usai kegiatan internal Bawaslu Tulang Bawang, Jumat (20/06).

Pengawasan Partisipatif: Pilar Demokrasi yang Harus Dikuatkan

Desi menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga demokrasi.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kekuatan pengawasan justru datang dari mata dan telinga masyarakat. Ketika masyarakat sadar bahwa mereka punya hak dan tanggung jawab untuk memastikan pemilu berjalan bersih, di situlah demokrasi tumbuh sehat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa membangun jiwa pengawasan partisipatif berarti melibatkan masyarakat sejak dini, tidak hanya pada saat hari pemungutan suara. Sosialisasi, pendidikan politik, pelibatan tokoh masyarakat, dan kerja sama dengan organisasi kepemudaan menjadi strategi penting yang terus diperkuat oleh Bawaslu Tulang Bawang.

Investasi Jangka Panjang untuk Pemilu yang Lebih Baik

Pernyataan Lolly Suhenty juga dianggap sebagai pengingat bahwa hasil dari pengawasan partisipatif bukan sesuatu yang bisa langsung dilihat dalam waktu singkat. Desi Triyana menyebut hal itu sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi di Indonesia.

“Kita harus sabar dan konsisten. Menanam nilai-nilai pengawasan partisipatif itu seperti menanam pohon—harus dirawat, disirami, dijaga dari hama, baru kemudian kita bisa menikmati buahnya. Pemilu 2024 mungkin jadi batu loncatan, tapi hasil maksimal bisa kita lihat di pemilu berikutnya jika kerja-kerja pengawasan terus dipertahankan,” jelas Desi.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Tulang Bawang, termasuk lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, media lokal, hingga tokoh adat dan tokoh agama, untuk bersinergi dalam membangun ekosistem pengawasan partisipatif yang kuat.

Komitmen Bawaslu Tulang Bawang Perkuat Partisipasi Warga

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bawaslu Tulang Bawang telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperluas partisipasi masyarakat, seperti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Forum Warga Peduli Pemilu, dan Kampung Pengawasan. Program-program ini bertujuan memberikan edukasi dan mendorong masyarakat agar aktif melaporkan potensi pelanggaran yang terjadi selama tahapan pemilu berlangsung.

“Kami ingin membentuk masyarakat yang tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga pengawas. Karena demokrasi tidak hanya tentang memilih, tetapi juga tentang menjaga prosesnya tetap bersih dan adil,” ujar Desi Triyana.

Ia juga menyebut bahwa Bawaslu Tulang Bawang akan terus mengembangkan metode pendekatan yang adaptif dan kreatif, termasuk memanfaatkan media sosial serta teknologi informasi, agar nilai-nilai pengawasan bisa lebih menjangkau generasi muda.

Harapan untuk Pemilu Mendatang

Menutup pernyataannya, Desi Triyana mengapresiasi arah kebijakan Bawaslu RI yang terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif di seluruh wilayah Indonesia. Ia berharap semangat ini menjadi budaya demokrasi yang tumbuh dan mengakar, bukan hanya di kota besar, tetapi juga di daerah-daerah seperti Tulang Bawang.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga marwah pemilu. Melalui pengawasan partisipatif yang ditanam sejak dini, kita bisa ciptakan pemilu yang bukan hanya sukses secara teknis, tetapi juga bermartabat secara etika dan moral,” pungkasnya.

Editor : Bambang AP
Foto : Humas Bawaslu RI