Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Tulang Bawang Rachmat Lihusnu Respon Positif Pernyataan Anggota Bawaslu RI Puadi: Kompetensi Debat Jadi Laboratorium Pemikiran Kritis dalam Penegakan Hukum Pemilu

c

Sumber Gambar: Instagram Bawaslu RI

Tulang Bawang – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang, Rachmat Lihusnu, memberikan tanggapan positif atas pernyataan anggota Bawaslu RI, Puadi, terkait pentingnya kompetensi debat dalam bidang penegakan hukum pemilu.

Pernyataan tersebut disampaikan Puadi dalam sebuah forum diskusi nasional yang digelar pada Selasa, (16/09). Puadi menyebut bahwa kompetensi debat dalam konteks penegakan hukum pemilu bukan hanya sebagai ajang adu argumen, tetapi lebih dari itu merupakan laboratorium pemikiran kritis bagi mahasiswa dan generasi muda untuk belajar menganalisis fakta, merumuskan solusi, serta memahami prinsip-prinsip penegakan hukum pemilu yang berintegritas.

“Kompetensi debat adalah wadah strategis untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan analitis. Melalui debat, para mahasiswa dapat belajar bagaimana mengurai fakta, menilai bukti, dan mengembangkan solusi yang berlandaskan prinsip penegakan hukum yang adil dan transparan,” ujar Puadi dalam sesi diskusi tersebut.

Respon Positif dari Bawaslu Tulang Bawang

Menanggapi hal ini, Rachmat Lihusnu mengapresiasi pandangan tersebut dan menilai bahwa pengembangan kompetensi debat dalam konteks pemilu sangat penting, terutama untuk mendorong kesadaran hukum dan etika politik di kalangan generasi muda.

“Saya sangat setuju dengan pernyataan Pak Puadi. Kompetensi debat memang harus dipandang sebagai media pembelajaran yang efektif, bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga bagi masyarakat luas agar lebih memahami kompleksitas penegakan hukum pemilu,” kata Rachmat saat diwawancarai, Rabu (17/09).

Menurut Rachmat, keterlibatan generasi muda dalam debat dan diskusi tentang hukum pemilu dapat membantu membentuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya integritas dan keadilan dalam proses demokrasi.

Laboratorium Pemikiran Kritis dan Demokrasi

Rachmat menegaskan bahwa debat yang sehat dan berkompeten dapat menjadi sarana edukasi demokrasi yang efektif. Melalui debat, para peserta diajak untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif mempertanyakan dan mengkritisi berbagai fenomena pemilu yang terjadi.

“Debat memberi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, mengenali berbagai potensi pelanggaran, dan merumuskan langkah-langkah penegakan hukum yang tepat. Ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas,” jelasnya.

Mendorong Pendidikan Politik yang Berkualitas

Lebih jauh, Rachmat berharap bahwa program kompetensi debat bisa diperluas dan dijadikan bagian dari pendidikan politik di tingkat perguruan tinggi maupun komunitas masyarakat. Hal ini akan membantu menyiapkan generasi yang tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga pengawas dan penjaga integritas pemilu.

“Kami di Bawaslu Tulang Bawang siap mendukung inisiatif yang mengedukasi masyarakat, khususnya pemuda, agar lebih kritis dan aktif dalam menjaga kualitas pemilu melalui berbagai program seperti debat dan diskusi,” tambahnya.

Sinergi Antarlembaga dalam Penguatan Kapasitas

Rachmat juga menyoroti pentingnya sinergi antara Bawaslu, akademisi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga pendidikan untuk menyukseskan program-program debat dan penguatan kapasitas penegakan hukum pemilu.

“Kolaborasi ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemilu,” pungkasnya.

Editor : Bambang AP
Foto : Humas Bawaslu RI